Monday, 12 November 2018

Sempurnakan Musim, Muenchen Tatap Chelsea

Minggu, 2 Juni 2013 — 11:10 WIB
Bayern Munich's Mueller scores a goal by penalty kick against VfB Stuttgart's during their German soccer cup final match at the Olympic Stadium in Berlin

BERLIN (Pos Kota) – Bayern Muenchen sukses menjadi klub ketujuh Eropa yang sanggup menyempurnakan musim dengan meraih ‘treble winners’ setelah menumbangkan Stuttgart 3-2 pada partai final DFB Pokal atau Piala Jerman di Olympiastadion, Berlin, Minggu (2/6) dinihari WIB tadi. Dengan sukses itu, kini Raksasa Bavarian itu mulai menatap Chelsea pada laga pembuka musim 2013-2014 pada pentas Piala Super Eropa, Agustus mendatang.

Sukses Muenchen menjadi jawara Piala Jerman ditentukan lewat tiga gol yang dicetak oleh Thomas Mueller lewat titik putih pada menit ke-37 serta dua gol Mario Gomez di menit ke-48 dan ke-61. Sedangkan dua gol balasan Stuttgart dicetak Martin Harnik masing-masing di menit ke-71 dan 80. Raihan tersebut membuat Bayern meraih gelar Bundesliga, Liga Champions, dan Piala Jerman musim 2012/2013 ini.

Skuat Jupp Heynckes itu menyamai ‘treble’ yang dicetak Glasgow Celtic (1967), Ajax Amsterdam (1972), PSV Eindhoven (1988), Manchester United (1999), Barcelona (2009), dan Inter Milan (2010). Pertandingan melawan Stuttgart merupakan laga terakhir bagi Heynckes bersama Muenchen yang sudah dipastikan bakal ditukangi mantan arsitek Barcelona, Pep Guardiola musim depan. Hal itu membuat gelandang Muenchen Bastian Schweinsteiger terharu.

Ia bahkan sudah berencana untuk memberikan salam perpisahan spesial untuk Heynckes di partai tersebut. “Laga DFB Pokal menjadi pertandingan terakhir kami di bawah besutan Heynckes dan itu adalah faktor motivasi lain. Kami ingin memberinya salam perpisahan spesial. Trofi DFB Pokal menjadi sangat penting karena sekarang kami mulai termotivasi untuk bisa mengalahkan Chelsea pada pentas Piala Super Eropa musim depan,” kata Schweinsteiger seperti dikutip laman resmi klub.

Entah kebutulan atau tidak, perjumpaan Muenchen dengan Chelsea di Piala Super Eropa musim depan, kembali akan menyoroti rivalitas Guardiola dan Jose Mourinho. Rivalitas keduanya dimulai saat Inter Milan yang ditukangi Mourinho mampu mendepak Barcelona di bawah asuhan Guardiola dengan agregat 3-2 pada fase semifinal Liga Champions, musim 2009-2010 lalu. Setelah itu Mourinho memilih meninggalkan Inter dan menukangi Madrid pada 28 Mei 2010 lalu.

Sejak itu Mourinho kerab bersaing dengan Guardiola baik dalam perburuan gelar domestik, tapi juga di panggung Eropa. Puncaknya, Madrid berhasil merebut gelar La Liga dari tangan Barcelona musim 2011-2012 dan memaksa Guardiola mundur sebelum akhirnya memilih menangani Muenchen di Bundesliga musim depan. Sedangkan Mourinho sudah dipastikan bakal kembali menukangi Chelsea musim depan setelah sempat menangani Frank Lampard dan kawan-kawan di era 2004-2007 lalu.

(junius/sir)