Monday, 18 December 2017

Dicekoki Miras, Siswi SMA Digilir Tiga Temannya

Selasa, 4 Juni 2013 — 11:50 WIB

SURABAYA (Pos Kota)-Kasus pencabulan di sekolah SMA swasta terjadi di wilayah hukum Gresik Jawa Timur. Korbannya masih duduk dibangku kelas XI. Sedangkan pelaku,masing-masing  Mi,17, Ma,16 dan Taf,17,  pelajar asal Desa Mriyunan, Kecamatan Bungah.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Muhammad Nur Hidayat mengatakan, kedua siswa itu telah ditahan di Mapolres Gresik dan dijerat UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ketiga siswa tersebut terancam hukuman 5 tahun penjara lebih,” ujarnya, Selasa(4/6).

Menurut keterangan,kasus pencabulan yang menimpa korban terjadi di sebuah gubuk di Jalan Tambang, tepatnya di Desa Bolo, Kecamatan Ujung Pangkah. Pada saat itu, korban masih berseragam sekolah bertemu dengan Taf.

Selanjutnya, pelaku Taf bersama temannya janjian bertemu di gubuk. Kemudian, korban mengalami tindak asusila karena dicabuli Taf, Mi, dan Ma. Ironisnya, sebelum dicabuli korban terlebih dulu dicekoki dengan minuman keras (miras) yang dioplos dengan arak.

Saat dalam kondisi mabuk, Taf bersama dua temannya melucuti seragam korban, kemudian menindihnya tubuh korban. Setelah puas melampiaskan nafsunya, pelaku bersama Mi pulang bersama.

Korban yang ditinggal sendirian pun merengak-rengek kepada Ma meminta pulang diantar ke rumah. Ma pun menuruti permintaan korban. Dua sejoli kemudian keliling ke pantai Ngimbo, Kecamatan Ujungpangkah lalu mampir Pantai Delegan, Kecamatan Panceng dengan naik sepeda motor.

Ma yang merasa bingung lalu membawa korban ke kerabatnya di Bojonegoro. Selama dua hari, korban menginap di rumah kerabat Ma. Selama dua malam itu, Ma mengaku ke polisi tidak pernah ‘menyentuh’ tubuh korban.

“Pelaku utama dalam pencabulan satu orang. Sedangkan, dua pelaku lainnya mengaku hanya meraba-raba organ vital korban,” tandas petugas.

(nurqomar/sir)

  • Joko Tole

    Perkosaan harusnya dihukum berat agar tidak ada lagi orang berani memperkosa.