Selasa, 4 Juni 2013 10:06:58 WIB

Lembaga Tadabbur Al Qur`an Indonesia Diresmikan di Istiqlal

aby-sub

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Lembaga Tadabbur Qur’an International, Prof Nashir Al Umar dari Saudi Arabia meresmikan Lembaga Tadabbur Qur’an  (LTI) Indonesia di Mesjid Istiqlal, Jakarta, Selasa.

Dalam sambutannya, Prof Nasih Al Umar yang juga Sekjen  Sekjen Umat Muslim Dunia, menegaskan, Tadabbur Alquran menjadi hal sangat penting. “Merupakan kemuliaan kita. Tadabbur merupakan manhaj atau metode Nabi Muhammad dalam berinteraksi dengan Alquran dan mengajarkannya kepada para sahabat.”

Menurut Nasir Al Umar, tabligh akbar Indonesia Bertaddabur Alquran yang digelar bertujuan menggugah dan memberikan semangat kepada umat Islam di Indonesia untuk mentaddabur Alquran. “Betapa pentingnya mentadabbur Alquran dan betapa mulianya mengkaji, mengamalkan nilai-nilai Quran dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” katanya.
Nasir Al Umar dikenal sebagai ulama ahlussunnah berasal dari Saudi Arabia. Ia lahir pada 1952 di desa Maridisiyah, Kota Buraidah, provinsi Qasim.

Pada 1993 diangkat menjadi profesor Universitas Islam Al Imam Muhammad Bin Saud. Di Saudi Arabia dan negara negara Teluk, Ia dikenal sebagai ulama yang memiliki perhatian khusus terhadap problematika umat Islam. Bisa dilihat dari kiprah dan perannya dalam menghimpun dana bantuan kemanusiaan untuk membantu kaum muslimin di daerah yang sedang bergolak.
Saat ini ia menjabat sebagai Sekjen  Ikatan Ulama Muslim se-dunia berkedudukan di Sudan dan ketua Lembaga Tadabbur Alquran International.

Muhammad Zaitun Rasmin yang menjadi ketua umum ormas Islam Wahdah Islamiyah sekaligus ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengatakan, “Gerakan ini bertujuan menebarkan nilai-nilai universal Alquran untuk membangun tatanan masyarakat Indonesia yang beradab, cinta damai, dan bersatu membangun kebersamaan.”

Tadabbur merupakan bagian dari interaksi dengan Alquran. Tadabbur erat kaitannya dengan tilawah (membaca), tahfidz (menghafal), tajwid (membaca dengan benar) Alquran. Ada kaitannya dengan banyak aktivitas dan program membaca Alquran.
Bachtiar Nasir yang menjabat sebagai Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengatakan, “Kebanyakan umat Islam di dunia hanya menjadikan Alquran sebatas bacaan biasa dan terkesan ritual belaka, termasuk di Indonesia,” katanya.

Kedatangan Nasir Al Umar merupakan pertama kalinya di negara bagian timur. Sejak lama ia diundang datang ke Indonesia dan baru kali ini bisa terpenuhi waktunya. “Indonesia memiliki kerukunan beragama yang kuat. Tadabbur ini merupakan kegiatan kembali pada Alquran dan hadis nabi serta selalu menjunjung tinggi akhlak di tengah keberagaman di negara,” katanya.

Maka kegiatan Indonesia Bertaddabur Alquran digelar untuk meraih dan menebarkan rahmat dan kasih sayang terbesar Allah SWT yakni hidayah atau petunjuk Alquran kepada segenap komponen bangsa.

“Tadabbur metode yang disebutkan dalam Alquran sebagai cara yang disukaiNya. Sayangnya, metode ini terabaikan. Padahal dengan melakukan Tadabbur, seseorang akan merasakan bahwa Alquran benar benar berasal dari Allah SWT,” kata Bachtiar yang nantinya akan memimpin lembaga Tadabbur Alquran dan Muhammad Zaitun sebagai ketua pembinanya.

“Alquran menjadi solusi bagi Indonesia untuk berbenah dan bangkit,” kata Rahmat Abdul Rahman, Ketua MIUMI Makassar yang juga menjadi penterjemah Nasir Al Umar.
Acara ini dihadiri belasan ribu umat muslimin dari berbagai daerah di tanah air. Turut pula hadir Menteri Agama Surya Dharma Ali yang menyaksikan penandatanganan prasasti dan Ustadz Yusuf Mansyur.

(aby/sir)

Teks Gbr- Ketua Lembaga Tadabbur Qur’an International, Prof Nashir Al Umar dari Saudi Arabia (kedua dari kiri), didampingi Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Bachtiar Nasir (ketiga dari kanan), Ustad Yusuf Mansur (kedua dari kanan) dan Ketua MIUMI Makassar, Rahmat Abdul Rahman (paling kiri). (aby)
         

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.