Lima Bayi Hasil Aborsi Ditemukan di Kuburan

Selasa, 4 Juni 2013
bay1.jpg

SERANG (Pos Kota) – Kasus aborsi di satu klinik di Ds Ranjeng, Kec. Ciruas, Kab. Serang, diungkap petugas Reskrim Polsek Ciruas. Dari kasus tersebut polisi menemukan lima janin yang diduga hasil aborsi di tempat pemakaman umum (TPU). Tiga orang tersangka ditetapkan dalam kasus tersebut. Mereka adalah ibu dari salah satu janin berinisial ID, dokter RW dan asistennya Mul. Namun, hingga kini keberadaan dokter RW masih misterius.

Kapolsek Ciruas, Kompol Yul Henri mengatakan, terungkapnya kasus aborsi itu berawal dari laporan masyarakat yang menginformasikan ID telah melakukan aborsi di sebuah klinik di Ds Ranjeng, pada Minggu (2/6). Polisi kemudian menelusuri dengan mendatangi klinik tersebut pada Senin (3/6).

“Ternyata benar ada seorang wanita bernama ID, mengakui baru saja melakukan aborsi dengan bantuan dokter RW dan asistennya. Dari klinik kami amankan ID dan seorang asisten dokter berinisial Mul,” kata Kapolsek didampingi Kanit Reskrim AKP R. Moch. Sofyan, Selasa (4/6).

Kata Kapolsek, ID mengakui pada Minggu (2/6) melakukan aborsi kemudian janin langsung di kubur di TPU Kampung Pelawad Tegal, Ds Pelawad, Kec. Ciruas, Kab. Serang. “Biaya aborsi yang dibayarkan ID senilai Rp 5 juta,” kata Kapolsek.

Untuk melengkapi penyidikan, Selasa (4/6) sekitar pukul 15:00 WIB, dibantu tim forensik RSUD Serang, polisi menggali tempat dimana janin tersebut dikubur. Hasilnya mengejutkan, dari tiga lubang ditemukan total lima janin bayi.

“Satu janin dibungkus kain kafan, 4 lainnya dibungkus kantong kresek. Dari dua lobang yang berdekatan ditemukan empat janin, sedangkan satu lubang lain jaraknya cukup jauh. Belum diketahui jenis kelamin dan usia, kami masih tunggu hasil dari tim forensik. Tapi untuk janin dari ID seluruh organ sudah lengkap,” ucapnya.

Dari tempat penggalian, petugas juga mendatangi klinik untuk mencari dokter RW, namun tak membuahkan hasil, dokter RW tak berada di tempat.

Kapolsek menjelaskan, dalam kasus ini dua orang juga diperiksa sebagai saksi, yaitu cleaning servis bernama Inah dan suaminya bernama Sarja. “Mereka ini yang menguburkan janin-janin tersebut atas suruhan dokter RW. Namun statusnya masih saksi karena masih kita dalami apakah mereka mengetahui janin itu hasil aborsi atau tidak. Memang pengakuan suami istri itu sudah lima kali mengubur janin,” tuturnya. (haryono)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.