Tuesday, 20 August 2019

Tiga Pria dan Seorang Wanitia Usia Lanjut

Komplotan Penipu Digulung, Setahun Raup Rp3 Miliar

Jumat, 7 Juni 2013 — 16:18 WIB
pelaku-sindikat

SEMANGGI (Pos Kota) – Aparat Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggulung tiga pria usia lanjut dan seorang wanita paruh baya , anggota komplotan penipu. Modus penipuan dilakukan kawanan itu membuka PT atau CV fiktif agar bisa mengorder barang-barang tanpa harus membayar. Satu tahun beroperasi, kawanan penipu ini sudah menjerat tiga korban dengan nilai kerugian mencapai Rp3 miliar.

Keempat tersangka, YP, 66, SS,61, TDT, 61, dan seorang wanita bernama WSP, 50, diringkus di Jalan Sunter Jakarta Utara, Cempaka Putih, Jakarta Pusat dan di Depok, Rabu (5/6).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, dalam menjalankan aksinya, para tersangka menggunakan modus sebagai pemilik dan karyawan CV Surya Karya Perkasa yang bergerak di bidang suplier barang-barang. “CV itu tidak pernah ada alias fiktif. Hanya ciptaan dari para tersangka saja,” katanya, Jumat (7/6).

Melalui CV palsu itu,  para tersangka melakukan transaksi pembelian barang-barang seperti bijih  plastik, pakaian anak, contoh celana senilai miliaran rupiah. Para tersangka sebelumnya menyakinkan pihak vendor dengan memasang plang perusahaan dan menujukan barang hasil kiriman atau pesanan di gudang.

“Jadi awalnya mereka menyewa sebuah ruko dan memasang plang CV yang bergerak di bidang jual beli barang. Setelah menciptakan suasana kantor, para tersangka baru berupaya bertransaksi dengan pihak lain,” jelasnya.

Sementara itu Kasubdit Jatanras AKBP Helmy Santika mengungkapkan, masing-masing mempunyai peran berbeda-beda dan keuntungan berbeda-beda. Tersangka YP berperan mencari dan menyewa ruko serta menampung hasil kejahatan, sedangkan tersangka TDT sebagai penyandang dana modal awal untuk menyewa ruko dan segala sesuatunya.

“Tersangka S berperan menghubungi para korban berperan menghubungi korban atau bertugas sebagai marketing yang memesan barang dan diantarkan ke CV. Sementara tersangka ISP bertugas melakukan pembukuan,” paparnya.

Terungkapnya kasus ini,  berawal dari laporan dari dua korban atas nama Danni Aryawan dan Irwanto yang terkena tipu para tersangka hingga miliaran rupiah pada 20 dan 30 April 2013. Kedua korban  dari pihak vendor itu ditipu setelah mengirimkan barang ke kantor CV fiktif para tersangka di Ruko Permata Taman Palem Lestari Blok A3, No.10! Cengkareng Barat, Jakarta Barat.

“Setelah barang dipesan, tersangka membayar mamakai giro bill yet dengan jangka waktu pencairan satu bulan. Pada saat jatuh tempo, tersangka sudah melarikan diri dan pindah dari rukonya. Jadi pas si pemilik barang mendatangi CV, mereka sudah tidak ada,” tandasnya.

Berangkat dari laporan kedua korban, petugas melakuakn penyelidikan dan berhasil meringkus ke empat tersangka di dua ruko baru  di Jalan Sunter Jakarta Utara, Cempaka Putih, Jakarta Pusat dan di Depok. Atas perbuatannya, para terangka diancam pasal 378 KUHP tentang penipuan dan UU Pencucian Uang. “Kawananan ini ditangkap di Cempaka Putih dan Depok saat berniat membuka CV fiktif yang baru. Mereka diancam pasal berlapis dengan hukuman di atas 10 tahun,” paparnya.

“Masing-masing tersangka rata-rata mendapatkan bagian Rp10 juta, kecuali tersangka TDT, mendapatkan Rp40 juta karena sebagai penyandang dana,” tutupnya.

(yahya/sir)

  • komplong

    tua-tua nggak cari akherat malah nambah dosa aja…. inget kek, nek..