Saturday, 25 March 2017

Untuk Berobat Warga Miskin

Bekasi Juga Punya KBS

Sabtu, 8 Juni 2013 — 9:35 WIB
ilusbek

BEKASI (Pos Kota) – Kartu Bekasi Sehat (KBS) untuk warga tidak mampu di Kota Bekasi, sudah berlaku sejak 1 Juni 2013. “Agar Kartu Bekasi Sehat lancar, kita harus saling menjaga komunikasi. Pemkot perlu mendengar masukan dari pihak rumah sakit yang tergabung,” kata Walikota Bekasi Rahmat Effendi.

Secara terbuka walikota mengatakan, penerapan KBS diharapkan tidak menuai permasalahan. Karena rumah sakit swasta cenderung berorientasi pada keuntungan, Pemkot Bekasi ingin pembayarannya tidak bermasalah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Anne Nur Candrani Handayani mengatakan, KBS ini mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 40 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Tahun 2013.

KBS dapat digunakan untuk berobat ke rumah sakit yang telah melakukan kerjasama dengan Pemkot Bekasi baik itu rawat jalan maupun rawat inap dengan disertai rujukan dari puskesmas. “Kita tentu sangat terbantu dengan rumah-rumah sakit yang mau tergabung dengan KBS,” kata Anne.

Lebih lanjut Anne mengungkapkan KBS menggunakan sistem Indonesia Case Base Groups atau biasa disebut INA-CBG’s yakni sebuah sistem pembayaran dengan sistem “paket”, berdasarkan penyakit yang diderita pasien. “KBS menerapkan sistem pembayaran ini untuk pelayanan baru kesehatan bagi warga Bekasi,” katanya.

Agar lebih jelas, Anne memberikan sebuah contoh. Misalnya, seorang pasien menderita demam berdarah. Dengan demikian, sistem INA-CBG’s sudah “menghitung” layanan apa saja yang akan diterima pasien tersebut, berikut pengobatannya, sampai dinyatakan sembuh.

“Pemkot Bekasi akan membayar Rumah Sakit per tiga bulan sekali. Biaya pengobatan pemegang Kartu Bekasi Sehat sudah ditanggung pemerintah,” paparnya (dieni)