Sunday, 25 August 2019

Pemohon Akta Lahir Kisruh di Bekasi

Senin, 10 Juni 2013 — 16:05 WIB
akte2

BEKASI (Pos Kota)- Pemohon akta kelahiran di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi, kisruh, Senin (10/6).

Kekisruhan ini terjadi karena pemohon yang sejak pagi dilayani oleh dua orang, “Yang dateng ratusan yang ngelayanin dua orang,” ujar Ny Syamsiah, 45, warga Sukarukun Kecamatan Sukatani, dengan wajah berkeringat.

Pelayanan awal dilakukan dengan verifikasi data, dua orang petugas masing-masing Kosasih dan Supri, memeriksa berkas, “Pemeriksaan satu berkas ini memakan lima menit, karena mencocokan nama dan tanggal di buku nikah,” ujar Kosasih.

Ratusan orang yang datang ini ternyata bukan hanya membawa satu berkas, “Satu orang bisa bawa 10 berkas,” tambah Kosasih yang mengaku dirinya terpaksa kerja ekstra hingga petang hari.

Akibat kelelahan dan lama menunggu pemohon sempat teriak-teriak, membuat suasana gaduh dan sesekali diiringi teriakan pemohon yang kebanyakan ibu-ibu, “Sabar Bu…satu-satu ini lagi diperiksa,” ujar Kosasih, sambil mengatakan setelah berkas diverifikasi diserahkan ke meja pendaftaran yang juga numpuk.

TIDAK TERTIB
Beberapa warga mengatakan, proses pembuatan akta kelahiran di Kabupaten Bekasi, dinilai tidak tertib, padahal kalau pihak Disdukcapil mengatur pola penerimaan berkas akan lebih nyaman warga mengurus juga petugas lebih leluasa bekerja.
“Kalau saja ada upaya lain, seperti mendelegasikan petugas di kecamatan, pelayanan di dinas tidak numpuk,” ujar Jaut S Winata, Kades Tambun. Dia menuturkan kalau warga dari Babelan harus Ke Pemkab, berapa waktu yang ditempuh dan biaya, “Belum kalau kurang berkas,” katanya.

Membludaknya permohonan akta kelahiran ini dampak dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang membebaskan pengurusan akta kelahiran di atas setahun tanpa penetapan Pengadilan Negeri.

SALAH INFORMASI
Hanief Zulkifli, Kepala Bidang Evaluasi dan Data pada Disdukcapil Kabupaten Bekasi, mengakui membludaknya pemohon di kantornya akibat salah informasi, “Dikira warga saat ini ada pemutihan sehingga mereka datang,” ujarnya.

Hanief mengatakan, permohonan akta kelahiran dapat dilakukan kapan saja dan tidak harus bulan ini, “Kalau warga mengerti, lebih baik nanti saja mengurusnya, kecuali untuk anak sekolah,” ujar Hanief.

Menyinggung pelayanan didelegasikan, dia mengaku akan dibicarakan dengan pimpinan, “Sejauh baik untuk masyarakat, kenapa tidak,” katanya.

Setiap hari paska putusan MK ada 300 pemohon akta kelahiran yang masuk, sedangkan proses penyelesaiannya hanya 400 perbulan, sehingga penumpukan terjadi.

(saban/sir)

Teks Gbr- Pemohon akta kelahiran di Disdukcapil Kabupaten Bekasim sempat kisruh karena membludaknya pemohon. (saban)