Rektor Nikah Siri, Mahasiswa IPDN Gempar

Rabu, 12 Juni 2013
IPDN-2010

BANDUNG (Pos Kota) – Puluhan praja IPDN terkejut setelah mengetahui beredarnya kabar nikah sirii Rektor IPDN Nyoman Sumaryadi, dengan Susi Sosilawati  di Youtobe.

Bahkan mereka mengaku percaya dan tidak percaya atas kasus tersebut.“Kami bingung atas kasus tersebut. Itu ‘kan privasi seseorang,“ kata seorang praja yang enggan disebitkan jati dirinya, Rabu.

Meski begitu, dia berharap kasus tudingan nikah siri Rektor dengan Susi yang sudah dikaruniani seorang anak laki laki Dimas Sumaryadi  segera usai supaya tidak ada yang dirugikan.  “Mudah mudahan kasus ini segera tuntas supaya tak menjadi bulan buanan media,“ ujarnya.

Semenjak tersiarnya kasus nikah siri dengan Susi Sosilawati, Relktor IPDN Nyoman Sumaryadi sulit ditemui di kampus tersebut.

Dengam berbagai dalih staf pribadi Rektor mengaku Nyoman sedang sakit. Bahkan, Rabu, (12/6) wartawan masih terus melakukan pemburuan terhadap isu nikah siri Rektor yang konon anak hasil pernikahan tersebut tak diakui Retor sebagai anaknya.

Rektor IPDN kembali gagal dihubungi wartawan. Dia sedang berada di Jakarta sedang mengikuti kunjungan Kementerian Dalam Negeri ke Komisi II DPR RI. “Pak Rektor sedang di Jakarta,“ kata Kabag Humas dan Protokoler IPDN Ujud Rusdia, kepada wartawan, Rabu.

Nikah siri antara Rektor IPDN dengan Susi asal Bogor, nampak sulit dibantah. Pasalnya Susi yang sempat mengunggah kasus tersebut di Youtube dengan judul IPDN Dimas I Putu Sumaryadi,  anak yang tidak diakui, mengakui atas pernikahan sirinya.

Pasca beredarnya berita tersebut dia beberapa kali mendapat telepon dan mengaku suruhan Rektor.

“Kami disuruh ke Jatinangor untuk melakukan pembicaraan dan erat kaitanya dengan solusi Dimas. Penelepon itu menjanjikan tawaran perihal auransi Dimas senilai Rp 1 -2 miliar,“ kata Susi menirukan pria penelepon di salah satu kantor media di Bandung, Rabu sore.

Menanggapi persoalan itu, Rektor, IPDN  kepada wartawan sempat menangkis tudingan tersebut. “Di zaman reformasi orang bisa bicara apa saja. Saya tidak merasa mencampakan anaknya dari perempuan bernama Susi,“katanya.

Rektor sendiri mengaku malas menanggapi isu isu yang tidak benar, katanya.(Dono/d)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.