Jumat, 14 Juni 2013 14:19:10 WIB

Koperasi Dapat Sediakan Bahan Baku Kebutuhan IKM

ukm

JAKARTA (Pos Kota) – Koperasi-koperasi industri diharapkan  dapat menyediakan bahan baku dan bahan penolong untuk kebutuhan Industri Kecil dan Menengah (IKM), untuk mengatasi harga dan pasokan yang seringkali  fluktuatif di pasar.

Dirjen IKM Kemenperin Euis Saedah mengungkapkan, pihaknya terus berupaya memfasilitasi dan mendorong IKM pangan dengan berbagai kegiatan pembinaan serta memfasilitasi kemitraan antara IKM dengan produsen bahan baku dan bahan penunjang.

“Saat ini daya saing IKM pangan masih rendah apalagi menghadapi perdagangan bebas ASEAN pada 2015 dimana semua pihak berharap dapat bertahan di pasar dalam negeri serta mampu bersaing dengan negara lain,” ujar Euis, Jumat.

Menurutnya,  Kamis (13/6) sudah dilakukan        penandatangan Nota Kesepahaman antara Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) dengan Koperasi Mitra Optima UKM DKI Jakarta.

Dengan adanya nota kesepakatan tersebut, ia berharap dapat memberikan jaminan pasokan gula kristal rafinasi kepada industri kecil menengah olahan pangan melalui komitmen para anggota AGRI dalam kemitraannya dengan para produsen kecil menengah olahan pangan.

“Kami berharap IKM mendapatkan manfaat dari kesepahaman ini yang nantinya akan terus mendorong perkembangan usaha industrinya. Kami bekerjasama dengan Dinas KUKM dan Perdagangan setempat akan terus memantau dan memastikan maksud dan tujuan yang telah disepakati dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Euis  menjelaskan,  bahwa IKM berperan penting dalam tatanan perekonomian nasional mengingat jumlah unit usaha IKM yang mencapai 90 persen dari total industri nasional.

Dari sisi karakteristik ekonomi sosial di Indonesia, IKM merupakan suatu kekuatan untuk mewujudkan pembangunan di Indonesia yang tersebar di seluruh wilayah dengan berbagai keragaman jenis dan produknya.

Jumlah IKM pangan saat ini, lanjutnya,  hampir mendominasi jumlah total IKM di Indonesia. Sebanyak 1,5 juta unit dari 3,8 juta total unit IKM nasional merupakan industri pangan olahan.

Selain itu, pertumbuhan industri pangan relatif tinggi, rata-rata 16 persen di atas pertumbuhan IKM pangan yang hanya sekitar 10 persen.

(tri/sir)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.