Wednesday, 19 December 2018

Mahasiswa Desak Kejati Banten Tuntaskan Kasus Korupsi

Jumat, 14 Juni 2013 — 23:20 WIB

SERANG (Pos Kota) – Belasan mahasiswa berunjukrasa di depan Kantor Kejati Banten, Jumat (14/6). Mereka mendesak Kepala Kejati Banten, Ferri Wibisono menuntaskan perkara korupsi di Banten yang hingga kini belum jelas penanganannya. Demo mahasiswa ini juga diwarnai aksi bakar yang mengakibatkan jalur Serang-Pandeglang macet.

Mereka membeberkan beberapa kasus di Banten yang dinilai hingga kini masih terkatung-katung, diantaranya Kasus dugaan korupsi pengadaan Al-quran Mushaf Al-Bantani pada biro kesejahteraan rakyat (Kesra) Pemprov Banten tahun anggaran 2010 senilai Rp 8,4 miliar, kasus penggunaan dana hibah KPU Banten 2011 senilai Rp 132,5 miliar, temuan BPK RI mengenai 42 proyek Mark Up dengan kerugian APBD 2012 senilai Rp 1 triliun, temuan BPK RI mengenai kerugian negara Rp 5,2 miliar pada Dinkes Banten dalam LHP BPK 2010, dugaan korupsi alat-alat kesehatan (Alkes) senilai Rp 42 miliar.

Selanjutnya, kasus Sodetan di Cibinuangeun senilai Rp 19 miliar, pengendali banjir di Sungai Ciujung senilai Rp 32,39 miliar, pembangunan rumah dinas Gubernur Banten Rp 16 miliar, korupsi dinas koperasi dan UKM Rp 24 miliar, dan korupsi pembangunan desa dan pertanian senilai Rp 110 miliar.

Sekitar satu jam berorasi, tak ada satupun pejabat Kejati menemui para pengunjukrasa. Setelah puas berorasi, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (haryono)