Thursday, 20 September 2018

SBY Bicarakan Ekstradisi Dengan PM Papua Nugini

Senin, 17 Juni 2013 — 19:31 WIB
papunuigini176

JAKARTA (Pos Kota) – Pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Perdana Menteri Papua Nugini (PNG) Peter O’Neil, salah satunya membicarakan perjanjian ekstradisi.

Ini peluang untuk mengektradisi buronan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Djoko Tjandra yang diduga berada di PNG.

Menko Polhukam Djoko Suyanto yang mendampingi SBY dalam pertemuan dengan O’Neil mengatakan, pembicaraan ekstradisi tidak kasus perkasus, dan perjanjian ekstradisi kan tidak hanya dengan PNG termasuk perjanjian ekstradisi dengan negara lain tidak kasus per kasus.

“Tidak pernah dalam pertemuan bilateral yang saya ikuti itu membicarakan kasus per kasus. Tapi dalam skup pembicaran yang komprehensif, strategis dan jangka panjang,” papar Djoko.

Teknis perjanjian ekstradisi ini, lanjut Djoko, akan dibicarakan oleh Kementerian Hukum dan HAM, Kepolisian termasuk oleh Kejaksaan Agung. “Jadi harus diikuti secara teknis. Kalau ditingkat ‘state’ (negara) itu kan hubungan strategis,” papar dia.

Dalam soal ekstradisi ini, dikatakannya, sebagai upaya untuk mengembalikan aset-aset itu yang pertama, setelah itu mengembalikan orang-orang yang tersembunyi, siapa saja.

Menkumham Amir Syamsuddin mengatakan perjanjian ekstradisi dengan PNG merupakan lampu hijau. “Saya jangan menyebut nama, pokoknya ada perjanjian ektradisi tersebut,” papar Amir.

Ia mengatakan setelah ada perjanjian ekstradisi ini maka kita akan mengajukan ‘mutual legal assisten” (kerjasama bantuan hukum). “Kalau pemerintah PNG meminta kepada kita tentuk kita layani, begitu juga sebaliknya,” papar Amir. (johara)

Djoko Tjandra