Selasa, 18 Juni 2013 22:26:18 WIB

Diprioritaskan Yang Belum Pernah Berhaji

ilusdi

BOGOR (Pos Kota) – Setelah mencoret 186 calon haji (calhaj) asal Bogor, Kantor Kementerian Agama (Kakemenag) Kabupaten dan Kota Bogor kembali memangkas calhaj yang sudah pernah berhaji. Selain itu, petugas pendamping ibadah haji juga tidak diberangkatkan untuk mengurangi jumlah pemangkasan kuota.

“Kami sedang merancang teknis pemangkasan sampai 20 persen. Rencananya kami akan prioritaskan calhaj yang belum pernah haji. Mereka yang sudah haji lebih dari satu kali dan petugas haji akan ditunda, sampai calhaj yang belum pernah berhaji diberangkatkan,” ujar Kasi Haji dan Umroh, Kakemenag Kabupaten Bogor, Ngadiono. Selasa.

Pembahasan ini sudah diputuskan dalam rapat di Kantor Wilayah Kakemenag Jawa Barat. Salah keputusannya tentang mekanisme penyaringan, sebelum dilakukan pemangkasan 20 persen. Sedangkan jumlah calhaj yang lebih dari selkali ber haji dan kini mendaftar lagi masih di data. “Kami masih melakukan verifikasi data dan akan dimatangkan lagi dalam rapat lanjutan,” ujarnya.

Penjelasan senada dilontarkan, Kepala Kantor Kemenag Kota Bogor, Ahmad Sanukri yang mengaku masih masih menunggu kepastian dari Kanwil Kemenag Jawa Barat. “Rapat lanjutan dilakukan lagi. Pastinya kita akan melaukan verifikasi data calhaj,” ujarnya.

Menurutnya, penyaringan jamaah haji dua kali dan pengurangan petugas haji dianggap langkah paling adil untuk meminimalisasi pemangkasan. “Selain, jamaah haji dengan kursi roda pun akan ditunda keberangkatannya karena akan menghadapi kesulitan saat tawaf dan lebih banyak memakan tempat,” jelasnya.

Kategori lainnya, jatah tim pemandu haji untuk pemerintah daerah juga menjadi sasaran penyaringan. “Tapi Itu kewenangan gubernur. Untuk Kota Bogor dapat jatah lima orang dan Kabupaten Bogor sembilan jamaah,” ujarnya seraya menyebutkan mekanisme penyaringan ini untuk menghindari banyaknya jamaah yang ditunda berdasarkan nomor urut termuda.

DI KABUPATEN BANDUNG

Sebanyak 500 calon jemaah haji di wilayah Kabupaten Bandung terancam batal berangkat ke Tanah Suci menyusul adanya pengurangan kuota haji sebesar 20 persen. Kantor Kemenag Kabupaten Bandung berharap supaya calon haji bersabar dan terus berdoa supaya pengurangan kuota tak terjadi.“ Berdoa saja, mudah mudahan pengurangan kuota tidak jadi,“ kata Kasi Urusan Haji, Kabupaten Bandung Dede Suherman, ke wartawan, Selasa.

Dia menambahkan, setiap tahun Kabupaten Bandung biasanya mendapat kuota haji sebanyak 2.503 orang . Dengan adanya pengurangan kuota 20 persen walhasil musim ini tercatat 500 calon haji terancam gagal berangkat. “ Kita berdoa saja, mudah mudahan Menteri Agama berhasil melobi Raja Arab Saudi agar tak terjadi pemotongan kuota,“ pungkasnya. (iwan/dono)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.