Rabu, 19 Juni 2013 22:50:59 WIB

Peredaran Narkoba Meningkat, Kata Brigjen Pol. Arman Depari

Shabu kantong-n

CAWANG (Pos Kota) – Dalam kurun waktu satu bulan sejak  20 Mei hingga Rabu (18/6), Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri berhasil mengungkap 55 kasus. Ini membuktikan bahwa peredarannya barang haram itu  terus mengalami peningkat setiap hari.

“Dalam satu bulan terakhi ini saja kami mengamankan 55 kasus penyalahgunaan narkoba. Untuk jumlah barang bukti yang berhasil disita kami masih melakukan perhitungan. Meski begitu setiap bulan selalu kami laporkan jumlahnya,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba, Brigjen Pol Arman Depari dalam konferensi pers di Gedung Direktorat Narkoba, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (18/6), siang.

Menurut Arman Depari, memang selama satu bulan ini pihaknya meningkatkan kegiatan pemberantasan peredaran gelap narkoba dalam rangka Operasi Cipta Kondisi menyambut bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan rasa aman dan nyawan bagi masyarakat yang akan menjalani ibadah puasa.

Ditambahkan oleh Arman, dari puluhan kasus yang diungkap irtu empat kasus yang menonjol. Kasus pertama pengungkapan  dua pabrik ekstasi perumahan yang beroperasi di dalam sebuah unit apartemen di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat, dan Penjaringan, Jakarta Utara.

“Saat pengerebakan ini  Direktorat Narkoba menangkap dua orang tersangka, yakni Darwin muchsim alias Ajun dan Ong Tjai Then alias Ateng alias Edward. Dari tangan disita barang bukti 139 Ketamin, 32 Epedrine 1.000 butir dan alat pencetaknya. Selain itu juga menyita dua mesin cetak ektasi otomatis, ektasi yang sudah dicetak, dan bahan-bahan yang akan dicetak untuk menjadi ektasi,” jelas Arman.

Pengungkapan kedua, yakni  warga negara asing (WNA) yang mencoba menyelundupkan narkotika golongan I jenis sabu seberat 600 gram. Tersangka bernama Majid Hosseini Sabzevari,58 yang ditangkap aparat di sebuah kamar hotel di kawasan Tangerang, Banten. Tersangka ini memiliki  dua paspor, yakni dari  Kanada dan Iran.

Selain itu pihaknya juga mengungkap sindikat jaringan narkotika jenis ganja seberat sekitar 112 kg. Pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan dua tersangka bernama Rayendra Pratama dan Irmayanthi Muis yang menyebutkan adanya peredaran narkotika jenis ganja di kawasan Pondok Gede, Bekasi. Di lokasi itu petugas menangkap tersangka Indra Fahmi, selain itu juga mengamankan ganja sebanyak 85 batu.

“Kasus ini kami kembangkan dan melakukan pengeledahan di rumah tersangka di Jalan Raya Hankam, RT 02/02 nomor 36, Pondok Gede, Bekasi. Di lokasi itu disita 26 batu ganja dan satu buah telepon seluler. Jadi pada pengungkapan ini total yang disita sebanyak 112 kg ganja kering,” paparnya.

Pengungkapan terakhir jaringan narkotika jenis shabu seberat 391 gram. Pemilik barang haram yang bernama Hafais terpaksa diambil tindakan tegas ditembak kaki sebelah kanannya,  karena berusaha melarikan diri.

“Tersangka sendiri saat ini sudah ditahan, setelah menjalani perawatan di RS Polri, Kramat Jati,”tutur Arman. (Wandi/d)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.