Rabu, 19 Juni 2013 16:24:46 WIB

Jelang Pengumuman Pemerintah, Premium Eceran Sudah Rp6 Ribu Perliter

bensin-eceran

BOGOR (Pos Kota) – Menjelang keputusan pemerintah menaikan BBM, sejumlah  pedagang bensin eceran yang biasa membeli  premiun di Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan menggunakan jerigen kini  dibatasi. Pembatasan  sejak tiga hari ini dikeluhkan sejumlah pedagang  lalu menaikkan harga menjadi Rp6.000 per liter.

Para pedagang bensin eceran ini mengaku terpkasa menaikkan terpaksa menaikan harga bahan bakar tersebut, lantaran  adanya pembatasan pembelian dengan jerigen. “Kita hanya dibatasi membeli maksimal 30 liter, katanya dikhwatirkan untuk  ditimbun, padahal buat dijual lagi dan kami punyai perizinan resmi,” ucap Bagio, pedagang bensin eceran di pinggir Jl. Raya Jakarta-Bogor, Sukaraja, Rabu.

Jatah 30 lier habis dalam waktu beberapa jam, sedangkan untuk membeli lagi ke SPBU tidak diperbolehkan. “Sekarang sudah dibatasi, pedagang hanya diberi jatah 30 liter sehari,” katanya.

Reaksi senada dilontarkan Rizal, pedagang bensin eceran di Jl. Raya Cikaret, Cibinong yang mengatakan sejak ramai diberitakan rencana kenaikan BBM, pembeian bensin dalambentuk jerigen dibatasi.

“Meski di SPBU Cikaret dibatasi 30 iter, tapi bisa membeli lagi asal menujukkan surat resmi berdagang dari kecamatan dan kepolisian, tapi tetap saja repot harus bolak baik ke SPBU jika bensin yang kita jual habis. Makanya kita naikkan dulu menjadi Rp 6.000 dari rencana pemerintah Rp 6.500 perliter,” katanya.

Karyawan SPBU di Cikaret mengaku, pihaknya mendapat instruksi dari PT Pertamina Jakarta dan Jawa Barat agar tidak melayani pembeli yang menggunakan jerigen, bila tidak ada rekomendasi dari pihak pemerintah dan kepolisian setempat. “Jika intruksi ini dilanggar, kami akan diberikan sanksi,” ucap Hendi, karyawan SPBU.

Sedangkan General Manager Pertamiani wilayah Jakarta dan Jawa Barat Hasto Wibowo mengatakan, rata-rata setiap hari pemakaian BBM untuk Bogor dan sekitarnya 2 juta liter per hari untuk solar dan bensin. “Sejak ada rencana kenaikan BBM terjadi peningkatan sekitar 4 persen, dikhwatirkan peningkatan konsumsi BBM digunakan untuk penimbunan sebab itu kita lakukan pembatasan,”  jelasnya.

(iwan/sir)

Teks Gbr- Pedagang bensin eceran sudah menaikkan BBM lantran adanya pembatasan pembelian  pakai jerigen. (iwan)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.