Wednesday, 17 July 2019

Longsor di Semarang, Bocah 9 Tahun Tewas dan Ayahnya Luka

Kamis, 20 Juni 2013 — 16:12 WIB

SEMARANG (Pos Kota) -Seorang ayah menderita luka-luka sementara anaknya yang berumur sembilan tahun tewas saat tebing setinggi 25 meter dibelakang rumahnya mendadak longsor menimpa rumah mereka. Peristiwa naas itu menimpa keluarga Darmadi,60, warga Karangjangkang Rt 3 Rw 4 Kelurahan Ngemplak Simongan Semarang Barat, Rabu (19/6) menjelang tengah malam.

Dalam musibah tersebut Darmadi sendiri menderita luka-luka , sedangkan anak lelakinya Angga Prasetyo,9, tewas. Bocah sembilan tahun ini meregang nyawa karena tertimbun longsoran tebing yang berada tepat di belakang rumahnya.

Kejadian bermula saat hujan deras terjadi pada Rabu (19/6) malam. Sekitar pukul 23.00 WIB, mendadak tebing dengan ketinggian sekitar 25 meter tersebut longsor dan menimpa rumah korban yang mayoritas terbuat dari papan kayu. Tiga ruang yakni, kamar tidur , dapur dan kamar mandi hancur tertimpa longsoran tebing tanah padas.

Menurut sejumlah saksi ,  saat kejadian, korban sedang tidur dengan ayahnya Darmadi di kamar yang letaknya paling belakang. “Saat ditemukan, korban sedang terbaring dan memeluk kaki ayahnya. Sementara ayahnya tertimbun setengah badan ,ditubuhnya kedapatan luka-luka akibat tertimpa atap dan seng .

Pada saat kejadian ibu korban Maria,45, sedang melihat televisi di kamar depan bersama anak kedua Sungging Klabangkoro ,11. Sedangkan anak pertama Umayana,18, sedang berada di rumah kerabatnya. Korban tewas akan dimakamkan di Makam Karangjangkang siang ini. Sementara ayah korban yang mengalami retak kaki kanan dirawat di RS Karyadi Semarang .

Longsornya tebing Karang Jangkang yang berada di RT 3 RW 4 Kelurahan Ngemplak Simongan Kecamatan Semarang Barat dikhawatirkan masih akan berlanjut. Tebing dari tanah padas ini bahkan mengancam 37 rumah yang berada di sekitarnya.

(suatmadji/sir)