Sunday, 15 September 2019

PM Somalia: “Serangan ini Tidak Masuk Akal dan Hina !”

Kamis, 20 Juni 2013 — 2:18 WIB
Somali government soldier runs to take cover during crossfire after gunmen attacked a UN compound in the Somali capital Mogadishu

MOGADISHU – Perdana Menteri Abdi Farah Shirdon menyesalkan “tidak masuk akal dan hina” penyerangan terhadap lembaga yang telah menjadi teman dan mitra.

A soldier fires a rocket-propelled grenade at gunmen near the UN compound in Mogadishu, Somalia

Tentara Somalia membalas serangan penyerang – Reuters

Saya dan seluruh rakyat Somalia yang terkejut bahwa mereka harus menjadi sasaran dan korban kekerasan biadab tersebut,” kata Shirdon.

Serangan terbaru kelompok Al Shabaab di kota Mogadishu ini, langsung menikam jantung negeri Somalia yang terus didera konflik sipil, dengan pemerintah dan pasukan Uni Afrika memerangi militan Islam selama bertahun-tahun dalam upaya untuk membawa stabilitas di negeri para perompak itu.

Somalia Attack02

Suasana porak poranda sesudah serangan ke kantor PBB di Mogadishu – Somalia. Foto : Reuters

Bulan lalu, seorang pembom bunuh diri menargetkan delegasi Qatar, menewaskan sedikitnya delapan orang. Al-Shabaab juga mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Pada bulan April, militan memaksa masuk ke gedung pengadilan di Mogadishu dan menewaskan 29 orang, termasuk anggota Al-Shabaab, kata beberapa sumber.

Petugas kepolisian,  Hussein Ahmed mengatakan, dalam kekerasan hari Rabu (19/6), satu penyerang meledakkan dirinya di pintu masuk kompleks PBB, yang terletak di dekat bandara kota.

Penyerang lainnya mengenakan rompi bunuh diri memasuki kompleks PBB. Dia mengatakan pasukan Somalia mengepung gedung itu dan mengusir para penyerang bersenjata.

Serangan itu memproak porandakan halaman gedung perwakilan PBB di Somalia itu. Bus hancur dan sejumlah mobil rusak parah, jendela apartemen di dekatnya hancur, tanah penuh dengan darah dan potongan bagian tubuh yang berserakan.

Sebuah segumpal coklat besar asap terlihat di udara sebagai ambulans bergegas ke tempat kejadian dan dibawa pergi yang terluka.

Lokasi kini telah diamankan dan berada di tangan pasukan Uni Afrika, demikian akun Twitter resmi Uni Afrika Misi ke Somalia mengatakan.

Perdana Menteri Shirdon juga meyakinkan warga kota bahwa pemerintah masih tetap memegang kendali keamanan dan menggarisbawahi tindakan cepat dilakukan untuk melawan para penyerang.

“Semua pikiran dan doa kami dengan rekan-rekan PBB kami hari ini,” kata Shirdon. “Al-Shabaab tidak akan menggagalkan proses perdamaian. Mereka tidak akan mampu menghentikan pemulihan kita. Kekerasan tidak akan menang,” tegasnya.

Setidaknya 14 orang tewas dan 15 lainnya luka-luka dalam serangan terhadap markas PBB di ibukota Somalia, Mogadishu, Rabu (19/6).

Tujuh militan, empat pegawai PBB dan tiga warga sipil perempuan tewas, kata Abdikarim Hussein Guled, menteri dalam negeri dan dan menteri keamanan nasional. Para korban lainnya dilarikan ke rumah sakit.

Al-Shabaab, kelompok militan yang terkait dengan Al-Qaeda, mengaku bertanggung jawab, kata kelompok itu melalui Twitter. (CNN/d)