Thursday, 22 November 2018

Gas Elpiji Langka di Bogor

Jumat, 21 Juni 2013 — 14:14 WIB
bogor

BOGOR (Pos Kota) – Dampak dari keraguan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menetapkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, membuat kelangkaan beberapa kebutuhan pokok di Bogor mulai terasa.

Salah satunya yakni gas elpiji yang kini sebagian menghilang.

Menurut Udin Nas, pemilik pangkalan elpiji Bantar Kemang, saat ini untuk harga masih belum terpengaruh, namun dampaknya membuat gas elpiji itu semakin menghilang.

“Sekarang memang kesulitan untuk gas elpiji ukuran 12 Kilogram. Yang 3 kilo ada tapi terbatas,”kata Udin.

Udin mengatakan, untuk gas gas 3 kg, ada pangkalan yang banyak tapi belum tentu dipangkalan lain. “Untuk tabung 3 Kg harganya Rp14 ribu. Kalau ukuran 12 Kg harganya Rp 80 ribu,”katanya.

Udin mengakui, pangkalan didatangi petugas Balai Metrologi guna pengecekan kondisi dan berat isi gas dalam tabung.
“Hasilnya, untuk pangkalan saya ini memang beratnya pas, dan asli bukan suntikan,”ujarnya.

Menurut petugas, pengecekan dilakukan guna  menghindari gas yang dioplos dengan suntikan sehingga mengurangi beratnya.

(yopi/sir)