Sunday, 18 November 2018

Amnesti Dari Arab Saudi Harus Disyukuri

Minggu, 23 Juni 2013 — 15:55 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – TKI harus bersyukur karena amnesti (pengampunan) jadi pintu masuk yang efektif melindungi TKI/WNI yang tetap ingin bekerja di Arab Saudi.

” Karena itu, sebelum 3 Juli batas Amnesti dari pemerintah Arab Saudi berakhir, pemerintah Indonesia bersama lembaga terkait harus kerja cepat melayani administrasi TKI yang ingin bekerja dan juga yang ingin pulang,” Umar Ali, Ketum Perhimpunan Rakyat Nusantara, LSM pemerhati masalah TKI di Jakarta, Minggu.

Bagi yang ingin pulang cukup diberi Surat Perjalanan Laksana Paspor. Sementara bagi TKI/WNI yang ingin tetap bekerja, menurutnya harus diuruskan jaminan perlindungannya dulu, agar hak dan kewajibannya terjamin.

Untuk itu harus melibatkan Perwakilan Luar Negeri Asosiasi Perusahaan Jasa TKI (Apjati). “Jadi keputusan Menakertrans menerbitkan aturan tentang perwakilan luar negeri (Perwalu) perusahaan jasa TKI sudah tepat, karena sebagai mitra pemerintah, Perwalu membantu menyiapkan proses administrasi pendataan dan perlindungan bagi WNI yang menjadi TKI ,” ujarnya.

Umar melihat amnesti dari pemerintahan Saudi Arabia terhadap warga asing memiliki dua kepentingan. Pertama, adanya jaminan perlindungan tenaga asing /TKI, kedua kepentingan Pemerintah Arab Saudi menertibkan warga negaranya yang menggunakan tenaga kerja asing.

Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan tegas, bahwa setiap warga Negara Arab Saudi yang memiliki tenaga kerja overstay dan tidak diputihkan akan dipenjara dan dikenai denda. “Kondisi ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk menata kembali pengelolaan administrasi bagi WNI yang akan menjadi TKI untuk memiliki jaminan perlindungan,” kata Umar.(Tri)