Monday, 15 July 2019

Jatim Kekurangan Bidan

Selasa, 25 Juni 2013 — 11:47 WIB

SURABAYA (Pos Kota)-Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) masih kekurangan tenaga kesehatan di sektor kebidanan, pasalnya dari jumlah bidan yang terdata di Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Timur, saat ini hanya ada 17.000 tenaga bidan saja yang tersebar di Jawa Timur. Padahal jumlah itu tidak sebanding dengan rasio penduduk Jatim yang mencapai 37,2 juta jiwa.

Setidaknya dalam satu Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di berbagai pelosok Jawa Timur, membutuhkan hingga 10 tenaga bidan, atau dalam satu desa terdapat hingga 5 tenaga bidan yang melayani masyarakat.
Gubernur Soekarwo mengatakan, minimnya tenaga bidan itu menyebabkan pelayanan kepada masyarakat kurang prima, apalagi tenaga bidan merupakan tenaga yang dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat hingga pelosok desa, sehingga perlu adanya penambahan tenaga bidan lebih banyak lagi.

“Saat ini ada sekitar 3.000 bidan yang masih berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT), kami usahakan nanti akan beralih status menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil). Pemprov Jatim telah mengajukan untuk penambahan tenaga bidan melalui rekruitmen PNS nanti lebih banyak lagi,” ujarnya.

Soekarwo berharap, tenaga bidan di Jawa Timur bisa lebih banyak lagi, apalagi dedikasi yang telah dilakukan oleh bidan dalam melayani kesehatan masyarakat sangat tinggi. Bukan hanya membimbing dukun bayi dalam melayani proses persalinan masyarakat saja, melainkan hampir 80 persen program kesehatan di Jawa Timur dijalankan oleh bidan.

“Kami juga bangga pada IBI yang berhasil menuntaskan target Milenium Development Goals (MDGs) dalam bidang penanganan gizi masyarakat dan penurunan tingkat kematian ibu dan bayi di Jawa Timur,” terangnya.

Tugas menyelamatkan kelahiran dan penerapan KB yang biasa dilakukan oleh bidan pada masyarakat selama ini dianggap cukup berhasil, sehingga menurut Soekarwo, standar minimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus selalu ditingkatkan lagi.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Harsono mengatakan, tingginya peran bidan di masyarakat mulai dari Polindes, Poskesdes, Puskemas, hingga rumah sakit menunjukkan ketergantungan pemerintah pada tenaga bidan sangat besar untuk meningkatkan sektor kesehatan di Jawa Timur.

“Program kesehatan Pemerintah di lapangan saat ini yang menjalankan adalah bidan. Mulai dari proses melahirkan, program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), program KB (keluarga berencana), hingga mengedukasi para dukun bayi,” jelasnya.

(nurqomar/sir)