Tarif Angkutan di DKI Naik 50%

Selasa, 25 Juni 2013
Deny-foto-razia-angkot

JAKARTA (Pos Kota) – Warga ibukota  dan sekitarnya bersiap merogoh kocek lebih dalam untuk membayar ongkos angkutan umum. Hal ini setelah Pemprov  DKI menetapkan kenaikan tarif angkutan umum, termasuk Transjakarta, sebagai dampak penaikan harga  BBM.  Tak tangung-tanggung, Gubernur Jokowi menaikkan ongkos bus kota hingga 50 persen.

Tingginya persentase kenaikan tarif ini kontan mengundang reaksi masyarakat. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai tarif baru itu sangat keterlaluan.

“Kenaikan tarif sebesar itu mencerminkan hanya suara operator angkutan saja yang didengar, sementara suara masyarakat tidak,” kata  Sudaryatmo, ketua pengurus YLKI, kemarin.

Bila suara masyarakat didengar, ia mengungkapkan, kenaikan tidak akan sebesar itu. Karena ada pertimbangan daya beli masyarakat.

RAPAT BERSAMA
ORGANDA

Gubernur Jokowi kemarin mengeluarkan keputusan kenaikan tarif angkutan umum di DKI  setelah menggelar rapat bersama Organda DKI Jakarta  dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), di Balaikota).
Kenaikan tarif angkutan umum bervariasi mulai dari  Rp500 hingga Rp1.500.

Angka yang disepakati :
o. Bus kecil atau angkot dari Rp2.500 menjadi Rp3.000 (naik 20%)
o. Bus sedang (metromini/kopaja/dsb dari semula Rp2.000
menjadi Rp3000 (naik 50%).
o. Bus besar reguler dari Rp2.000 menjadi Rp3.000 (naik 50%)
o. Bus Transjakarta dari Rp3.500 menjadi Rp5.000 (naik 42%().

Tarif baru ini akan diserahkan kepada DPRD DKI Jakarta hari ini,  Rabu (26/6),  untuk mendapatkan persetujuan. Organda DKI sebelumnya mengusulkan kenaikan tarif sebesar 30 persen.

NON EKONOMI

Sementara itu tarif angkutan non ekonomi seperti Patas AC, dan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway kenaikannya akan diserahkan kepada mekanisme pasar. Artinya pengusaha angkutan ini harus memiliki perhitungan sendiri.
”Jika kemahalan kan gak ada juga masyarakat yang mau naik. Jadi mereka harus punya hitung-hitungannya sendiri,” ujar Jokowi.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, mengatakan selama masih dalam proses pembahasan di DPRD pihaknya akan terus merazia angkutan yang menaikkan tarif sepihak.

Ini dibuktikan dengan razia besar-besaran di terminal. Dari Terminal Kalideres, petugas menindak 20 sopir angkutan umum yang menaikkan tarif sepihak.
Razia juga dilakukan di Pasar Minggu.  Razia yang dipimpin Kasie Penertiban Sudin Perhubungan Jakarta Selatan,  Anggiat Banjar Nahor, sempat mendapat protes pengemudi angkutan. “Kenapa saya ditilang, wajar dong tarifnya saya naikkan Rp1.000/penumpang,” cetus Rosyad, sopir angkot jurusan Pasar Minggu.

TANGERANG 26 PERSEN

Di Tangerang, kebijakan menaikkan tarif juga dilakukan pemerintah kota setempat dengan rata-rata kenaikan 26 persen.  Tarif baru ini berlaku untuk 21 lintasan trayek angkot di Tangerang. Misalnya, T 01 Terminal Poris Plawad – Terminal Comone – Jatake, T.02 Terminal Poris Plawad – Terminal Cimone – Perumnas I, dan T.03 Terminal Poris Plawad – Pasar Baru – Cadas, ketiganya semula sekali jalan Rp4.350 naik menjadi Rp5.500.

Lalu, T.04  Terminal Poris Plawad – Sewan – Selapajang, T.05 Terminal Poris Plawad – Kebon Besar – Duta Garden, T.06 Terminal Poris Plawad – Kebon Besar – Pajang, T.07 Terminal Poris Plawad – Cikokol – Pasar Anyar, kesemuanya semula Rp 3.100 naik menjadi Rp 4.000.  Lintasan 13 angkot lainnya pun mengalami kenaikan rata-rata 26 persen.
Ivan Y, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, mengatakan keputusan kenaikan tarif angkot ini berdasar musyawarah pihaknya dengan jajaran Organda Kota Tangerang.

LALU LINTAS
LEBIH LENGANG

Sementara itu dari pantauan Pos Kota, pasca diumumkannya kenaikkan harga BBM pada Jumat (21/6) lalu, kondisi arus lalu lintas di Jakarta tampak lebih lengang. Setidaknya untuk dua hari terkahir yakni Senin (24/6) dan Selasa (25/6).

Ruas jalan yang biasanya dipadati kendaraan tampak lengang. Seperti ruas jalan protokol Jalan MH Thamrin dan Jenderal Sudirman. Penggunaan kendaraan pribadi oleh warga relatif berkurang. “Ya sekarang mikir ulang kalo  mau bawa mobil ke kantor. Dengan harga BBM yang saat ini Rp6.500 tentunya sangat memberatkan,” ujar Daniel, salah satu warga yang memilih naik angnkutan umum ke kantornya.(guruh/setiawan/deny/rachmi/st/o)

Teks foto:
Petugas Sudin Perhubungan Jakarta Barat merazia sejumlah sopir angkot karena menaikan tarif secara sepihak. (deny)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.