Wednesday, 17 July 2019

Sudah Beroperasi 2 Tahun

Bapak dan Anak Palsukan BPKB dan STNK

Rabu, 26 Juni 2013 — 22:34 WIB
ilusbapak

KARAWANG (Pos Kota) – Empat sindikat pemalsuan Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dibekuk Satreskrim Polres Karawang, dua diantaranya ayah dan anaknya.

Kapolres Karawang, AKBP. Tubagus Ade Hidayat Sik, Rabu siang mengungkapkan, Kasno alias Nono, 60, dan anaknya Lendra, 23, warga Tasikmalaya, Jawa Barat, berperan sebagai pembuata BPKB dan STNK palsu, sedangkan Asrovi, 40, warga Bogor dan Atma, 27, warga Indramayu, sebagai pemesan BPKB dan STNK palsu tersebut. Mereka dibekuk, Selasa (25/6) di rumah masing-masing setelah dilakukan penyelidikan selama beberapa bulan.

“Keempat pelaku, mengaku sudah dua tahun memalsukan BPKB dan STNK, dengan cara menggunakan alat printer dan stempel palsu yang dibuatnya. BPKB dan STNK palsu produknya itu dijual seharga Rp 4 juta sampai Rp 5 juta perlembar,” ungkap Kapolres Tubagus Ade Hidayat.

Terbongkarnya kasus ini berawal dari laporan salah seorang korban pembeli kendaraan roda empat, ternyata surat-surat kendaraan berupa BPKB dan STNK yang dibeli berikut mobilnya itu bodong alias palsu.

Kasno, mengaku membuat BPKB dan STNK palsu ini, dibantu Nara, sejak dua tahun lalu. Namun transaksi menjual BPKB dan STNK palsu itu diakuinya baru satu tahun.

Sedangkan ide kejahatannya itu berawal dari dua pelaku lainya yaitu Atma dan Asrowi, sering meminta dibuatkan, karena harga jualnya lumayan mahal. Karena sering mendapat pesanan akhirnya Kasno dibantu Lendra, anak sulungnya itu yang sehari harinya bekerja sebagai tukang tersebut, menjadi pembuat BPKB dan STNK palsu. (nourkinan)

Teks : Ayah dan anak, serta dua pelaku kasus BPKB dan STNK palsu.