Saturday, 25 May 2019

Ngakunya Cuma Konsultasi Ternyata Kongkonane Setan

Rabu, 26 Juni 2013 — 10:25 WIB
nah-sub

BILA sudah ditempati, rumah baru itu sepertinya harus diruwat. Soalnya di kala bangunan setengah jadi, sudah dibuat ajang mesum. Uniknya pasangan Akoh – Ayuk ini saat digerebek ngaku sekedar konsultasi atau curhat saja. Padahal berdasarkan olah TKP, keduanya justru jadi “kongkonane setan” karena sempat bermesum ria.

Pekerjaan yang disponsori setan memang mengasyikkan pada awalnya, padahal nantinya hanya penyesalan berkepanjangan yang diperolehnya. Bagaimana nggak mengasyikkan, di tempat gelap berdua-dua dengan WIL-nya. Nyenggol dikit serrrr, nyenggol banyak syurrrr. Biasanya, kalau sudah begini, pengin nyenggol lebih banyak lagi, meski nenek bilang itu berbahaya……

Akoh, 30, dengan WIL-nya Ayuk, 26,  juga sangat bahagia malam itu. Di malam nan gelap, mereka bisa duduk bermesraan di rumah kosong yang belum selesai dibangun. Entah apa saja yang mereka lakukan. Yang jelas, ketika keduanya tengah berbincang-bincang dalam gelapnya malam, eh…..tahu-tahu digerebek Pak RT dan kemudian diserahkan kepada Kepala Desa.

Akoh warga Desa Karya Makmur, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, sebenarnya di rumah sudah punya istri dan anak. Tapi karena jenuh pada rutinitas rumahtangga, dia lalu mencari penyegaran. Sayang penyegaran itu bukan dengan mandi atau minum es, melainkan cari WIL baru. Kebetulan di lain dusun, dia menemukan perempuan yang siap dijadikan WIL-nya, sekaligus dijowal-jawil (dicolek).

Perempuan itu bernama Ayuk, yang sebetulnya juga sudah punya keluarga. Tapi karena platform pemikirannya sama, dia mau saja didekati Akoh dan kemudian diajak pacaran. Apa lagi Akoh ini orangnya royal, suka memberi ini itu, meski jika dibanding Ahmad Fatanah, bukan kelasnya. Soalnya bila juragan lahmul baqorun itu ngasih duit em-eman (milyaran – Red), Akoh baru senilai  puluhan ribu. Ewa segitu Ahok sudah dapat pelayanan purna ranjang dari Ayuk.

Beberapa hari lalu Yayuk – Akoh kembali mengadakan janjian. Mungkin sedang tak punya duit, sehingga pertemuan Adam – Hawa itu mau dilangsungkan  bukan di hotel, melainkan rumah kosong yang belum selesai dibangun. Tak ada tempat duduk dan dan sofa nggak apa, karena beralaskan kertas semen juga tak masalah. Namanya juga cinta sedang melekat, pacaran bau semen juga tetap nikmat.

Cuma Akoh – Ayuk ini salah perhitungan. Dikiranya jika malam hari sudah bebas pengawasan. Padahal saat masuk ke rumah kosong tersebut, ada warga yang memergoki. Mereka jadi curiga karena disamping mereka bukan pemilik banguan, sehingga dicurigai mau berbuat hil-hil yang mustahal, karena keduanya memang lelaki dan wanita.

Ternyata sudah setengah jam di rumah kosong, pasangan mesum itu tak juga kunjug keluar. Warga pun lalu lapor Pak RT dan diadakan penggerebekan. Akoh – Ayuk tak sempat melarikan diri, karena sedang asyik dudu  berdua-dua. “Kami nggak berbuat apa-apa kok, kecuali hanya sekedar curhat.” Kata Akoh saat diperiksa di ruang Kepala Desa.

Ngakunya Akoh, dia lelaki duda dan Ayuk seorang gadis. Tapi Pak RT tak percaya, setelah dihadirkan keluarga masing-masing, ketahuan bahwa di rumah keduanya susah punya pasangan masing-masing. Tapi berdasarkan olah TKP, keduanya diduga keras baru saja berhubungan layaknya suami istri. Itu artinya, Akoh – Ayuk bukan konsultasi, tapi kongkonane setan alias sekedar mengumbar syahwat.

Namanya juga koalisi, pasti ada tindakan eksekusi. (JPNN/Gunarso TS)