Sunday, 21 July 2019

Tarif Kapal Naik, Sudah Bayar Mahal Merak Masih Macet

Rabu, 26 Juni 2013 — 14:59 WIB
merak1

MERAK (Pos Kota) – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry telah mengeluarkan kenaikan tarif baru jasa penyeberangan di seluruh Indonesia sebesar 13 hingga 17 persen. Perusahaan milik negara ini beralasan kenaikan tarif jasa angkutan penyeberangan untuk menyesuaikan dengan kenaikan harga solar sebagai kebutuhan pokok kapal.

Sopir truk ekspedisi yang biasa menyeberang melalui Pelabuhan Merak-Bakauheuni, Lampung keberatan dengan naiknya tarif jasa penyeberangan ini. Dimata awak truk ini, PT ASDP Indonesia Ferry latah menghadapi kenaikan harga BBM. Sebelum menaikan tarif, seharusnya perusahaan BUMN ini memperbaiki sarana dan prasarana.

“Jangan latah dong, masa baru 3 hari harga BBM naik, ongkos kapal langsung ikut naik. Seharusnya tidak begitu, PT ASDP perbaiki dulu kinerjanya. Udah bayar mahal, Merak masih macet, bikin nguras uang saku,” gerutu Ahmad Dirham, supir truk.

Sejumlah supir lainnya meminta dengan adanya kenaikan tarif tidak ada lagi antrian kendaraan panjang, apalagi sampai mengular di luar dermaga. “Udah menaikan harga, ya harus tahu dirilah. ASDP harus memberikan jaminan. Jangan ada lagi macet, apalagi sampai berhari-hari karena itu menyiksa kami. Pokoknya semuanya tekor,” ujar Narto, supir asal Brebes, Jawa Tengah.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Supriyanto mengatakan, terkait kenaikan tarif tersebut pihaknya telah mensosialisasikan kepada para sopir, baik melalui reklame seperti spanduk yang dipasang ditempat yang strategis di Pelabuhan Merak.

Dia juga berjanji akan memberikan pelayanan yang baik terhadap pengguna jasa. Supriyanto juga akan berusaha keras untuk tidak ada antrean panjang hingga keluar pelabuhan. “Kenaikan tarif ini berdasarkan keputusan PT ASDP Indonesia Ferry dan Kementerian Perhubungan. Pelayanan prima adalah tekad kami. Mudah-mudahan tidak ada lagi antrian,” ujar Supriyanto.

(haryono/sir)

Teks Gbr- antrian kendaraan truk kerap terjadi di pelabuhan merak setiap jelang akhir pekan. Dengan adanya kenaikan tarif, supir truk berharap antrian truk tidak ada lagi.