Sunday, 21 July 2019

Kejagung Kejar Aset Asian Agri Group Hingga Manca Negara

Kamis, 27 Juni 2013 — 17:04 WIB
Kejakgung-n

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung tengah mengejar aset-aset Asian Agri Group (AAG) milik Sukanto Tanoto di manca negara, sebagai bagian dari upaya inventarisai aset guna eksekusi  pajak AAG sebesar Rp2,5 triliun sesuai putusan Mahkamah Agung (MA).

“Jadi, kalau dalam setahun sesuai putusan MA, AAG tidak melunasi kewajibannya sebesar Rp2,5 triliun, maka aset-aset itu dapat disita untuk pelunasannya,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Mahfud Manan menjawab pertanyaan wartawan di Kejagung, kemarin.

Namun, dia enggan menjelaskan upaya pemburuan aset-aset AAG di luar negeri tersebut, dengan alasan itu belum dapat dipublikasikan. “Tunggulah, pada waktunya akan diberitahu. Kita kan menjalankan perintah undang-undang.”

Sebelum ini, Kejagung juga sudah meminta Kementerian Hukum dan HAM untuk mengawasi 14 perusahaan AAG, agar tidak dialihkan ke pihak ketiga. Langkah serupa dilakukan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Eksekusi terhadap putusan MA ini juga akan dilakukan oleh Ditjen Pajak terkait dengan denda pajak AAG yang ditaksir sekitar Rp1,8 triliun.

Putusan MA ini terkait dengan penolakan kasasi yang diajukan oleh eksekutif AAG Suwir Laut. Dia terbukti  secara sendiri atau bersama-sama telah melakukan penyalahgunaan pajak sebesar Rp1,29 triliun.

Administrasi, kalau satu tahun tidak dibayar tunai maka disita,” kata Mahfud, di Jakarta, Rabu (26/6).

SEMBILAN BERKAS

Mahfud mengungkapkan institusinya telah menerima pelimpahan berkas perkaa sembila tersangka dalam kasus yang sama dengan Suwir Laut dari PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Ditjen Pajak, belum lama ini.

Diantara sembilan tersangka, adalah Eddy Lukas dan Linda Rahardja. Berkas dua tersangka ini sebenarnya sudah pernah diberi petunjukl (P19), tapi sampai setahun belum dilengkapi oleh PPNS Ditjen Pajak..

Penanganan kasus ini sempat menarik perhatian Satgas Pemberantasan Mafia Hukumn karena berlarut-larut tanpa kejelasan. Alhirnya, diputuskan tiga berkas, atas nama Suwir Laut dan Edy serta Linda. (ahi/d)