Kamis, 27 Juni 2013 13:17:23 WIB

Menag Cabut Aturan Penundaan Pergi Haji Jemaah Cacat

kabah

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Agama Suryadharma Ali mencabut Peraturan Menteri Agama (Peremang) Nomor 62 Tahun 2013 tentang larangan  pergi haji kepada calon jemaah haji (calhaj) yang memiliki keterbatasan kemampuan fisik.

Itu disampaikan Suryadharma di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, usai kunjungannya ke Arab Saudi.”Jadi kita tarik peraturan tersebut,” papar Suryadharma yang didampingi Kepala Pusat Informasi dan  Penerangan Masyarakat Zubaidi.

Menurut Suryadharma, kebijakan pemotongan kuota ini ternyata pemerintah Arab Saudi masih menyediakan lokasi yang bisa dijadikan thawaf bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik, misalnya, mereka yang berhaji menggunakan kursi roda, atau tongkat.

“Kapasitas thawaf untuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik ini jumlahnya 7.000 orang. Karena itu, kita menarik peraturan tersebut karena ada lokasi khusus untuk thawaf bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik,” tuturnya.

Karena itu, lanjut Suryadharma yang juga ketua umum PPP ini, pemberangkatan calhaj dengan pemotongan kuota 20 persen ini akan dilakukan berdasarkan nomor urut terakhir.

“Jadi dengan adanya pemotongan kuota haji ini, kuota haji reguler akan menjadi 194.000 orang, maka pemotongan itu akan diurut dari 194.000 tersebut sampai mencapai angka 42.200 orang, angka 20 persen dari kebijakan yang diterapkan Arab Saudi,” papar Suryadharma.

Seperti diketahui sebelumnya, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Anggito Abimanyu mengumumkan Permenag No 62 Tahun 2013
tentang kriteria penundaan keberangkatan haji.

Ketiga kriteria itu, pertama, calon jemaah haji (calhaj) yang usianya 75 tahun, kedua mereka yang memiliki keterbatasan kemampuan fisik sehingga memerlukan alat bantu antara lain kursi roda, tongkat dan lainnya. Ketiga, memiliki nomor urut porsi yang terakhir.

(johara/sir)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.