Dampak pengurangan 20% jamaah haji

Ditunggu Permohonan Maaf SBY

Jumat, 28 Juni 2013
ilusditunggu

JAKARTA (Pos Kota) – Kalangan DPR kecewa dengan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak memberikan perhatian khusus terhadap dampak pengurangan 20% kuota haji Indonesia oleh pemerintah Arab Saudi.  SBY harusnya minta maaf pada jemaah haji yang gagal berangkat,  karena tidak  melobi  Raja  Arab Saudi.

“Kami kecewa dengan Presiden SBY yang tidak peka dan tidak berbuat terhadap nasib jamaah calon haji. Apa salahnya SBY meluangkan waktu 2-3 hari ke Arab bertemu  Raja Arab dibandingkan melakukan pertukaran kaos dengan Cristiano Ronaldo di Bali,” ujar kata Ketua Fraksi PPP Hasrul Azwar di DPR,  Kamis (27/6).

Hasrul  juga menyesalkan sikap SBY  sangat perhatian pada persoalan kabut asap yang menyelimuti Singapura dan Malaysia sehingga perlu minta maaf. Sedangkan persoalan haji hingga kini SBY tidak memberikan tanggapan  apa-apa.

“Seharusnya SBY minta maaf dan menjelaskan kepada jemaah calon haji terkait pengurangan kuota, bahwa itu bukan kesalahan pemerintah. Kalau SBY ke Arab Saudi, ternyata tidak membawa hasil, tidak masalah, kita bisa menerima,” ujarnya. Untuk diketahui, pengurangan itu terkait renovasi dan perluasan areal Masjidil Haram agar bisa menampung 20 juta jemaah haji. Sekarang  42 ribu calon jamaah haji  gagal berangkat.

Ia mempertanyakan, kenapa SBY hanya memerintahkan Menag ke Saudi Arabia, yang akhirnya hanya ditemui Wamen Agama Saudi. .

KETERBATASAN FISIK

Kementerian Agama tetap  memberangkatkan calon jemaah haji  yang memiliki keterbatasan fisik, karena pemerintah Arab Saudi masih menyediakan jalan khusus untuk mereka saat melaksanakan thawaf.

“Calhaj yang memiliki keterbatasan fisik jumlahnya 7.000 orang. Dari kunjungan saya ke Arab Saudi saya melihat langsung jalan untuk calhaj yang menggunakan tongkat atau kursi roda,” papar Suryadharma di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Kamis, usai  kunjungan ke Arab Saudi.

Dengan adanya pemotongan kuota 20 persen, lanjut Suryadharma, maka pemberangkatan calhaj dilakukan berdasarkan nomor urut terakhir. “Jadi dengan adanya pemotongan kuota haji ini, kuota haji reguler akan menjadi 194.000 orang, maka pemotongan itu akan diurut dari 194.000 tersebut sampai mencapai angka 42.200 orang, angka 20 persen dari kebijakan yang diterapkan Arab Saudi,” papar Suryadharma. (johara/winoto/bu/b)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.