Friday, 20 September 2019

Brasil-Spanyol Berebut Kiblat Sepakbola

Minggu, 30 Juni 2013 — 6:10 WIB
ilusbrasil

RIO DE JANEIRO (Pos Kota) – Partai final Piala Konfederasi antara tuan rumah ‘Samba’ Brasil kontra Jawara Dunia, ‘Matador’ Spanyol di Stadion Maracanã, Senin (1/7) dinihari WIB nanti, disebut-sebut sebagai sebuah partai puncak ideal.

Tidak hanya ujian bagi kedua sosok pelatih, duel nanti juga jadi ajang pembuktian bagi kedua negara yang dianggap menjadi menjadi kibat sepakbola dunia dalam kurun satu dekade terakhir.

Harus diakui Spanyol mulai menjelma menjadi pusat kiblat sepakbola dalam beberapa tahun terakhir karena sukses mereka mencetak hatrik gelar di Piala Eropa (2008 dan 2012) serta Piala Dunia tahun 2010 lalu.

Dominasi tim Matador dalam ketatnya persaingan kompetisi sepak bola antar negara, bahkan masih terasa hingga saat ini. Hal itu dibuktikan dengan suksesnya skuad Vicente Del Bosque itu menapakan kaki di partai puncak Piala Konfederasi dengan rekor tak terkalahkan.

Sayangnya, kelemahan yang dimiliki Matador sedikit mulai terbaca saat menghadapi Italia pasca lolos ke semifinal sebagai juara Grup B dengan nilai sempurna. Skuad Del Bosque harus bisa menyingkirkan Italia lewat drama adu penalti 7-6 setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit pertandingan. Situasi itu sedikit berbeda dengan sukses Brasil yang melaju ke final dengan rekor kemenangan sempurna.

KEMENANGAN SEMPURNA

Melangkah ke semifinal sebagai juara Grup A, skuad Luiz Felipe Scolari itu dapat meneruskan rekor kemenangan sempurna dengan mendepak Uruguay 2-1 untuk menempatkan kaki mereka di final
Kiper sekaligus kapten Spanyol, Iker Casillas sangat antusias melakoni partai final yang dianggapnya sebagai duel ideal. “Ini adalah partai final ideal yang jarang terjadi,” kata Casillas.

“Saya pikir semua orang sedang menunggu hasil akhir dari duel yang mempertemukan Spanyol dengan Brasil di Piala Konfederasi.. Tapi kita juga harus belajar dari kesulitan yang kami alami saat menyingkirkan Italia di semifinal dan saya juga yakin Brasil pun akan melakukan hal yang sama setelah mereka harus susah payah menang 2-1 atas Uruguay,” lanjutnya seperti dikutip New York Times.

Ini adalah pertama kalinya kedua tim kembali berhadapan setelah mengadakan laga persahabatan di bulan November 1999 lalu dengan skor akhir imbang tanpa gol. Dari total delapan pertemuan kedua tim, Brasil meraih empat kemenangan, Spanyol dua kemenangan, dan sisanya berakhir imbang. . (junius/bu)