Monday, 24 September 2018

Tidak Boleh Ikut Ujian Kesetaraan , 69 Siswa Demo

Selasa, 2 Juli 2013 — 17:34 WIB
setaraan27

BOGOR (Pos Kota) – Janji Pemkab Bogor mencerdaskan anak-anak usia sekolah di Kabupaten Bogor ternyata hanya isapan jempol belaka. Buktinya, 69 siswa pendidikan non formal Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nurul Jannah, Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede, gagal mengikuti ujian kesetaraan yang digelar sejak Senin-Kamis mendatang.

Gagal mengikuti ujian paket A, B dan C ini, membuat siswa mendatangi Kantor Bupati Bogor di Jl. Tegar Beriman, Cibinong. Sambil berorasi mereka membawa berbagai poster di antaranya berisi, “Dimana kami harus ikut ujian, Kok nggak bisa ikut ujian, Jangan dzolimi kami, Kami masih punya cita-cita Pak Bupati.

Mereka mendesak Bupati Bogor Rahmat Yasin agar siswa itu diizinkan ikut ujian. “Mana janji Bupati yang mau mencerdaskan anak-anak usia sekolah di Kabupaten Bogor. Jangan hanya obral janji. Buktikan jika kami layak ikut ujian kesetraan susulan,” teriak Nadia, seorang paket C siswi.

Pengelola PKBM Nurul Jannah Solihin mengatakan seharusnya Bupati Bogor dan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor Rustandi memperhatikan keinginan anak didik. “Sampai saat ini kami tak tahu mengapa Bupati dan Kadisik menolak siswa untuk ujian kesetaraan. Padahal mereka sudah mempersiapkan diri dengan belajar,” katanya.

Ke-69 itu berharap setelah lulus dari pendidikan non formal ini mereka bisa mendapatkan ijzah melalui Paket A, B, dan C. “Dari jumlah itu, 48 siswa di antaranya gagal likut ujian paket C (setara SMA), 19 siswa paket B (SMP) dan dua lainya paket A (SD),” kata Solihin.

Humas Didik Kabupaten Bogor Rony Kusmaya mengakui pihaknya adanya kesalahan dalam pendataan sehingga mereka gagal ikut ujian kesetaraan. “Saat ada kesalahan itu kita sudah minta pengelolah PKBM ini untuk memanfaatkan batas waktu toleransi pendaftaran, tapi ditolak,” katanya seraya berjanji pihaknya akan mengikutsertakan ke-69 sisw aini pada ujian kesetaraan tahun depan. (iwan)

Teks ; Siswa pendidikan non formal PKBM Nurul Jannah demo lantaran gagal ikut ujian kesetaraan