Thursday, 20 September 2018

Terbukti Selingkuhi 4 Wanita, Hakim Diberhentikan Terhormat

Rabu, 3 Juli 2013 — 18:46 WIB
sekawang37

JAKARTA (Pos Kota) – Petualangan cinta hakim Acep Sugiana berakhir sudah, setelah perbuatan tidak etik dan perilaku hakim dapat dibuktikan Majelis Kehormatan Hakim (MKH). Dia diberhentikan tetap sebagai hakim, tapi dalam status hormat.

“Terlapor telah terbukti melanggar kode etik dan perilaku hakim. Memberhentikan tetap dan hak pensiun serta dilakukan pemberhentian (sebagai hakim) secara hormat,” kata Ketua MKH Suparman Marzuki di ruang Wiryono, Mahkamah Agung, Rabu.

Putusan terhadap hakim ini lebih ringan satu tingkat sanksinya dibanding rekomendasi KY, yang memutuskan Acep terbukti melanggar code of conduct hakim dan menjatuhkan saksi pemberhentian secara tidak hormat.

Pertimbangan selain masih memiliki anak-anak kecil, dia juga sudah mengakui semua perbuatan dan tidak akan mengulangi kesalahannya serta dari keluarga sederhana, dimana orang tuanya berprofesi sebagai sopir Angkot (angkutan kota).

Acep Sugiana yang bertugas di Pengadilan Negeri Singkawang, Kalimantan Barat langsung menghampiri majelis MKH usai putusan. Lalu, menghilang usai pembacaan putusan lewat pintu belakang seolah sadar dia obyek
berita.

Anggota majelis yang menyidangkan perkara hakim selingkuh ini terdiri, empat orang dari unsur KY, terdiri Suparman Marzuki, Taufiqurrohman Syahuri, Jaja Ahmad Jayus dan Ibrahim. Lalu tiga dari unsur MA, yakni Suhadi, Yulis dan I Made Tara.

ABORSI

Dalam persidangan MKH ini terungkap Acep pernah selingkuh dengan perempuan pencari keadilan, yang tengah mengurus perceraian dengan suaminya. Ironisnya, dia justru dimakan oleh Acel yang memimpin sidang perceraian tersebut.

Tak ayal, perempuan itu digauli hingga hamil. Entah sampai berapa kali hubungan sebadan telah dijalini oleh dua anak manusia yang mabok asmara tanpa ikatan pernikahan. Hingga akhirnya, berdasarkan persetujuan sang perempuan buah janinya diaborsi (digugurkan).

“Dia mengakui kesalahannya (dalam persidangan). Terlapor juga mengakui (hasil hubungan) telah diaborsi dengan persetujuan dari perempuan tersebut,” ujar Ketua MKH Suparman Marzuki

Korban cinta Acep lainnya, adalah seorang wanita yang bertugas di PN Singkawang dan dua wanita lainnya di berbagai tempat berbeda. Kasus ini dilaporkan oleh istrinya ke KY, beberapa waktu lalu. (ahi)