Kamis, 4 Juli 2013 17:57:08 WIB

Enam Pelaku Ditangkap

Bank Mandiri Nyaris Dibobol Rp 1 Triliun

deposit1

SEMANGGI (Pos Kota) – Enam anggota komplotan pemalsu deposito nyaris ‘membobol’ Bank Mandiri sebesar Rp1 triliun. Modus yang dilakukan dengan membuat surat deposito berjangka (SDB) palsu senilai Rp1 triliun agar bisa dicairkan di bank tersebut. Aksi itu terungkap saat pencairan. Pihak bank yang curiga menghubungi polisi. Satu persatu, petugas pun berhasil membekuk para pelaku.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan , kasus itu terungkap setelah petugas Bank Mandiri di Plaza Bapindo, Jaksel melapor adanya transaksi pencairan dana menggunakan SDB palsu ke aparat Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya. “Pihak bank merasa tidak mengeluarkan SDB senilai Rp1 triliun yang saat itu akan dicairkan oleh seorang pria warga negara Yordania bernama Ahmad,” ujarnya, Kamis (4/7).

Saat itu Ahmad membawa SDB senilai Rp1 triliun atas nama SY. “Ia diberi kuasa oleh SY untuk mencairkan SDB tersebut. Ahmad sendiri merupakan salah satu korban yang sudah mendepositokan uang ratusan juta rupiah demi bisa mendapat bagian jika SDB tersebut cair,” kata Rikwanto. “Ahmad mengaku sudah mendepositokan uang sebesar Rp135 juta,” kata Rikwanto.

Selanjutnya di bawah pimpinan Kasubdit III Ditkrimsus Polda Metro Jaya AKBP Nazly Harahap, satu persatu pelaku diringkus. Mereka adalah SY, 41, DT, 41, HA, 41, dan tiga orang bertitel Insinyur masing-masing IS, 40, MD, 54, serta GA, 50. “Masing-masing pelaku memiliki peran, ada yang bertugas membuat SDB palsu dan mencari korban yang ingin mendepositokan uang,” kata Rikwanto.

Petugas menduga sudah banyak orang yang menjadi korban sindikat ini mengingat komplotan ini sudah beroperasi sejak 2009. “Saya menghimbau kepada masyarakat yang merasa pernah berhubungan dan menjadi korban kelompok ini agar melapor ke Polda Metro Jaya,” kata Rikwanto.

ORANG DALAM

AKBP Nazlly mengungkapkan modus yang dilancarkan para pelaku adalah dengan merayu dan mengimingi akan membagi rata jika SDB senilai Rp1 triliun itu bisa dicairkan. “Mereka mengatakan syarat mencairkan SDB sebesar itu adalah dengan membayar uang muka (DP) sebesar 6 persen dari nilai SDB atau sebesar Rp60 miliar,” kata Nazzly. “Nah modus uang muka itulah yang dilakukan pelaku menjerat korbannya,”.

Terkait keterlibatan ‘orang dalam’, Nazzly belum bisa memastikan. Namun dari salah satu tersangka bernama GA tercatat sebagai pegawai kontrak anak perusahaan Bank Mandiri. “Kita masih dalami,”.

Sementara itu SY mengaku tidak tahu menahu soal kasus pemalsuan SDB tersebut. “Justru saya juga menjadi korban. Saya sendiri sudah mendepositokan uang Rp1,6 miliar sebagai uang muka,” katanya. SY berdalih SDB itu bukan dari dirinya. “Kedatangan Ahmad ke bank bukan untuk mencairkan , justru saya suruh untuk menanyakan keabsahan SDB tersebut,” tutur SY.

Sementara barang bukti yang disita dari pengungkapan kasus itu berupa satu unit komputer jinjing, satu unit modem, kompter, alat scan, alat cetak (print) dan dua unit telepon selular. (Yahya)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.