Thursday, 27 June 2019

Puasa Harus Tetap Memperhatikan Pola Makan

Kamis, 4 Juli 2013 — 10:05 WIB

KEADAAN lapar tidak menjamin saat berpuasa orang bisa mengurangi berat badan. Justeru kurangnya aktivitas selama berpuasa, dimana asupan makanan hanya berganti waktu, membuat orang berpuasa mudah bertambah berat badannya.

Karena itu, dr Tirta Prawita MSc,Sp,GK, Ketua Yayasan Gema sadar Gizi dan Pengurus Persatuan Dokter Gizi Klinik (PDGKI) mengingatkan agar orang yang berpuasa harus tetap memperhatikan pola makannya.

“Selama kita berpuasa, metabolisme tubuh akan melambat dan kita cenderung mengurangi aktivitas fisik,” papar Tirta Prawita disela diskusi publik PB Ikatan Dokter Indonesia bertema Puasa, Keadaan Lapar yang Menyehatkan, kemarin.

Metabolisme yang cenderung melambat dan berkurangnya aktivitas fisik itulah menurut Tirta yang membuat berat badan mudah naik. “Asupan makanan orang berpuasa sebenarnya hanya berganti waktu saja. Biasanya orang makan sepanjang pagi hingga sore, saat puasa diganti jadi malam,” tambahnya.

Menurut Tirta, pola makan yang tidak baik dimana asupan karbohidrat berlebihan, mengancam seseorang yang berpuasa mudah melar badannya.Ini terjadi karena, kurangnya aktivitas selama berpuasa membuat karbohidrat akan disimpan tubuh menjadi lemak. Inilah yang menyebabkan berat badan mudah naik.

Senada juga disampaikan dr Purwita Sp.PD-KGer, ahli penyakit dalam. Ia mengatakan asupan karbohidrat menjadi kunci penting untuk bisa menjaga berat tubuh ideal. Diet yang tepat terhadap asupan karbohidrat  akan membuat tubuh bisa tetap semangat dan otak pun bisa berpikir dengan baik, tanpa diliputi ancaman kenaikan berat badan secara drastis.

Selain menjaga pola makan, lanjut dr Purwita, dianjurkan pula agar sebelum sahur, tidak minum kopi atau teh. “Karena akan membuat orang menjadi sering buang air kecil sehingga cairan tubuh terkuras,” imbuhnya.

Terhadap para penderita diabetes dan tekanan darah tinggi, Purwita menyarankan agar sebelum berpuasa berkonsultasi dulu dengan dokter. Mengingat orang dengan diabetes dan hipertensi memiliki keharusan meminum obat pengontrol gula dan tekanan darah setiap hari.

“Kalau puasa, obat itu tetap harus diminum. Tetapi untuk waktunya bisa dikonsultasikan dengan dokter. Misalnya minum obat biasanya pagi, digeser ke waktu sahur, atau malam hari digeser ke waktu buka puasa,” paparnya.

Menurutnya, saat tak berpuasa saja, tekanan darah dan gula darah sangat mungkin dapat melonjak naik atau sebaliknya. Sehingga, ketika berpuasa, perlu adanya penanganan atau pengontrolan yang baik.

(inung/sir)