Thursday, 20 September 2018

Dukun Pengganda Uang Dibekuk Polisi

Jumat, 5 Juli 2013 — 1:20 WIB
kunganda47

SURABAYA (Pos Kota) – Komplotan dukun palsu yang biasa beraksi mengelabui korbannya dengan iming-iming penggandaan uang miliaran rupiah, digulung petugas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (4/7).

Tersangka yang dicokok 4 orang, yakni JS alias Handoko, warga Ploso Klaten, Kediri, Sla, warga Baron Timur, Nganjuk; Djas, warga Pare, Kediri, dan War, warga Gondang, Nganjuk.
Menurut Kapolres Tanjung Perak AKBP Aries Syahbudin, terbongkarnya kasus ini berawal dari pekenalan korban Agus dengan salah satu pelaku Sla.

Kepada Agus, pelaku mengatakan mampu mencarikan orang yang bisa menggandakan uang. Akhir Juni lalu, mereka bertemu di kosan Agus di Jalan Perak Barat Surabaya.

Dalam pertemuan itu, korban dijanjikan dapat Rp1,5 miliar asalkan mau membayar Rp50 juta. Namun sebelum berniat menggandakan uangnya, Agus meminta bukti dulu.

Tersangka JS yang bertindak sebagai dukun menyanggupi permintaan itu dan meminta Agus masuk kamar. JS hanya mengajak Sla saja, sementara Djas dan War disuruh menunggu di luar.

PERALATAN RITUAL

Di dalam kamar, Sla menyediakan peralatan ritual. JS lantas meminta Agus menyerahkan Rp100 ribu. Uang itu dibakar tersangka dan dimasukkan kardus air mineral lalu ditutup kain kafan.
Setelah dibuka, uang Rp100 ribu itu ternyata masih utuh. JS lantas meminta Agus menyerahkan Rp1,5 juta dan dijanjikan akan dilipat gandakan menjadi Rp1,5 miliar. Agus menuruti permintaan itu. Uang tersebut lalu diolesi minyak dan dimasukkan kardus air mineral ditutup kain kafan.

Setelah menunggu 10 menit, Agus dipersilakan membuka kain. Di dalam kardus Agus melihat tumpukan uang pecahan Rp100 ribuan yang diakui JS senilai Rp1,5 miliar. Agus disuruh menyerahkan Rp50 juta dan disanggupi.

Agus lalu mencari Rp50 juta. Setelah uang berada di tangan, Agus ingin membuktikan sekali lagi dengan membuka kain kafan yang menutupi kardus.

Betapa terkejutnya Agus saat dia melihat kardus itu kosong. Agus protes dan meminta kembali uangnya Rp1,5 juta yang sudah dikantongi JS, tapi ditolak dan ribut.

Dari sinilah awalnya Agus melaporkan JS dan kplotannya ke poliai. “Agus saat itu sudah dihipnotis,” jelas Kapolres Aries. (nurqomar)