Saturday, 22 September 2018

Dilaporkan Warga ke KPU

Tiga Caleg Tangsel Diduga Ijazah Palsu dan Mantan Napi

Jumat, 5 Juli 2013 — 13:44 WIB
panwaslu

SERPONG (Pos Kota) – Tiga orang bakal calon legislatif (bacaleg) dari tiga partai politik yang terdaftar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ditenggarai menggunakan ijazah palsu dan mantan narapidana hasil pengaduan dari masyarakat. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dan Panwaslu setempat memberikan waktu tiga hari bagi partai politik (Parpol) untuk mengklarifikasi.

“Betul ada pengaduan masyarakat terhadap bacaleg dari tiga Parpol bermasalah dan pihaknya kini sudah meminta pihak Parpol yang diduga bermasalah untuk memberikan klarifikasinya,” kata Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tangsel, E. Bhayangkara maupun anggota KPU setempat Bambang, Jumat (5/7).

Partai politik itu harus memberikan klarifikasi kepada masyarakat luas agar mereka tak salah pilih bacaleg yang akan duduk di parlemen sesuai peraturan KPU No. 13 tahun 2013 tentang perubahan peraturan No. 7 tahun 2013 tentang pencalonan anggota DPR, DPRD tingkar propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Menurut dia, ke tiga bacaleg itu menurut informasi atau surat pengaduan masyarakat yang identitasnya dirahasiakan adalah partai Demokrat, partai Hanura dan PDI Perjuangan. “Partai politik itu diberikan tenggat waktu tanggal 5 hingga 8 Juli 2013 untuk menjelaskan langsung ke masyarakat melalui jumpa pers atau media massa,” tuturnya.

Pihak Panwaslu sendiri kini sedang mencari kebenaran terkait dugaan atau laporan masyarakat terhadap tiga bacaleg yang dituduhkan menggunakan ijazah palsu dan mantan narapidana. “Klarifikasi tersebut nantinya akan menjadi dasar terlapor untuk memenuhi syarat ditetapkan menjadi Daftar Caleg Tetap (DCT,” tambah E. Bhayangkara.

(anton/sir)

  • Eliz@wni

    Kalau mantan napi, koruptor, orang yg tdk berpendidikan yg mau memimpin negara ini. Masa depan seperti apa yg kita harapkan? Hanya baik dan jujur tidaklah cukup, kemampuan memimpin, kepandaian juga sangatlah penting