Minggu, 7 Juli 2013 17:04:32 WIB

Gayatri Wailissa, Duta yang Fasih 11 Bahasa

Gayatri

JAKARTA 9Pos Kota) -  Usianya baru 16 tahun, tetapi Gayatri Wailissa, gadis belia asal Maluku sudah memiliki segudang prestasi. Anak kedua pasangan Deddy Darwis Wailissa, pengrajin kaligrafi dan Nurul Idawaty, terpilih menjadi duta ASEAN untuk bidang anak.

Ia sekaligus mewakili anak-anak Indonesia dalam forum dunia tersebut.

“Gayatri anak yang luar biasa. Indonesia beruntung memiliki generasi muda seperti dia,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Linda Amaliasari usai menerima Gayatri Wailissa di kantornya.

Kekaguman Linda terhadap Gayatri sangat beralasan. Sebab siswi kelas 2 SMA Siwalima Maluku tersebut, selain berprestasi dalam bidang akademik, juga mampu menguasai 11 bahasa asing dengan baik dan fasih.

Mulai dari  bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Mandarin, Arab, Jerman, Perancis, Korea, Jepang, hingga bahasa India. Saat ini ia tengah belajar Bahasa Rusia dan Tagalog.

Kemampuan linguistiknya tersebut diperoleh Gayatri bukan dengan kursus. Ia hanya belajar melalui lagu, film dan buku-buku secara otodidak.

“Orangtua saya tak punya banyak uang untuk membiayai segala keinginan dan cita-citta saya,” katanya.

Tak hanya kemampuan linguistik, Gayatri juga menguasai banyak kesenian seperti baca puisi, teater dan drama. Lihai pula memainkan biola dan menulis.

Bagi Gayatri, kehidupan ekonomi orangtua yang pas-pasan tak lantas membuatnya patah semangat. Segala cara dilakukan agar ia memiliki kemampuan dan prestasi yang luar biasa.

Gayatri mulai mendunia saat berhasil masuk seleksi untuk menjadi duta anak, mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat nasional. Melalui seleksi kepribadian hingga kemampuan intelektual, ia berhasil masuk 10 besar siswa yang bakal mewakili Indonesia menjadi Duta ASEAN untuk anak tahun 2012-2013.

Dari seleksi tersebut akhirnya Gayatri terpilih mewakili Indonesia ke tingkat Asean dan mengikuti pertemuan anak di Thailand dalam Convention on the Right of the Child (CRC) atau Konvensi Hak-Hak Anak tingkat ASEAN.

Dalam forum internasional tersebut ia mendapat gelar doktor dari peserta forum karena kemampuannya menguasai 11 bahasa. “Saya banyak ditunjuk menjadi penerjemah,” lanjutnya.

Prestasinya yang mendunia tersebut bukan tanpa halangan. Gayatri boleh dikata memiliki motivasi untuk maju dari diri sendiri. Sebab Pemprov Maluku sendiri hampir-hampir tak memberikan bantuan apa-apa. Bahkan support pun tidak.

“Apapun halangannya, life must go on, hidup harus terus berjalan,” ungkapnya.

Untuk memotivasi dirinya, Gayatri selalu mencoba berpikir dan berbuat di luar kotak. Sebab jika masih berpikir di dalam kotak pasti akan terbentur empat sisi kotak, tak akan bisa ke mana-mana.

“Tapi jika bisa berpikir out of box, kita akan menjadi manusia merdeka yang mampu berpikir terbuka,”pungkasnya. (inung/d).

Gayatri Wailissa saat bertemu dengan Menteri PP dan PA Linda Amaliasari. (inung)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.