Dirjen Bea Cukai Didesak Mengundurkan Diri

Rabu, 10 Juli 2013 — 7:13 WIB
dircukai107

JAKARTA (Pos Kota) – Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (DPP PAN) Drajad Wibowo minta agar Dirjen Bea dan Cukai Agung Kuswandono mengundurkan diri karena dianggap gagal dalam memberkan pelayanan yang baik sehingga terjadi kongesti di Pelabuhan Tanjung Priok.

Dradjad menilai Agung tidak mampu membuat terobosan pelayanan yang lebih efektif dan efesien. Yang terjadi justru membangun sistem yang panjang, bertele-tele hingga pemilik barang harus mengeluarkan biaya tinggi.

Menurutnyan dosa besar Agung selama memimpin Bea Cukai adalah mengabaikan sektor pelayanan publik. Contohnya, ketika orang pulang dari luar negeri harus mengantri panjang untuk melaporkan sebatang coklat yang dibawanya. “Ini contoh paling sederhana yang tidak pernah berubah dan terus-menerus terjadi, birokrasi dibuat panjang dan tak berguna,” katanya kepada wartawan.

Dikatakan Drajat, dimata Agung sektor pelayanan publik ini sepertinya tidak terlalu penting. Dirjen Beacukai ini hanya mengejar setoran beamasuk dan beakeluar agar bisa mencapai target.

Padahal ujar politisi Partai PAN, Mentri Koordinator Perekonomian Hata Radjasa maupun Presiden SBY menargetkan penurunan dweeling time dari waktu 6,04 hari menjadi 4 hari. Sebab dweeling time di Port Klang Malaysia hanya 4 hari, Australia 3 hari, Hongkong 2 hari dan Singapura 1,1 hari.

Tapi dweelng time di Kantor Pelayanan Utama (KPU) BC Tanjung Priok, untuk Jalur Merah (JM) memakan waktu paling cepat 11,5 hari. Bahkan menurutnya tidak jarang prosesnya mencapai 21 hari.

MENKEU MARAH DI PRIOK

Senin malam Menkeu sidak ke Pelabuhan Tanjun Priok. Di tempat tersebut Chatib Basri sempat marah-marah melihat kinerja Ditjen Bea dan Cukai sangat merugikan importir maupun eksportir. Untuk mengatasi YOR yang sudah melebihi 100 persen dia memerintahkan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) II Mahendra Siregar agar berkantor seminggu dua kali di Priok.

Muhamad Chatib Basri juga memerintahkan Kantor Pelayanan Umum Bea dan Cukai (KPU BC) Tanjung Priok agar memberikan pelayanan pemeriksaan barang sampai pukul 23.00 setiap hari kerja untuk mengantipasi peningkatan arus barang di pelabuhan.

Sedangkan Dirjen Bea dan Cukai Agung Kuswandono menjelaskan Kantor Pelayanan Umum Bea dan Cukai (KPU BC) Pelabuhan Tanjung Priok kini akan melayani pemeiksaan barang di atas pukul 17:00 hingga dinihari untuk menurunkan dweeling time dan sudah berlaku sejak Senin malam kemarin (8/7).

Bahkan dari 150 petugas pemeriksa kini ditambah 50 orang. Adapun Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) yang dilakukan antara Bea Cukai dengan Karantina terdapat di CDC (cargo distribution centre) Banda dan Graha Segara.
Kemampuan memeriksa TPFT Graha Segara sekitar 60 peti kemas per hari dan CDC Banda sekitar 100 peti kemas per hari. (dwi)

Dirjen Bea dan Cukai Agung Kuswandono

  • karael

    hahahahah biasa lah indonesia banget semuanya serba lelet,,ujung2nya duit duit duit dan duit,,mau sampai kapan indonesia jadi negara tertinggal…ini ulah2 para pejabat yang bikin indonesia tertinggal dari negara tetangga malaysia,singapore,,,,memalukan,,,,ini kalo kuliahnya serba instan begini jadinya

Terbaru
Terpopuler
Jumat, 22 Mei 2015 — 0:09 WIB
Jakarta
Kamis, 21 Mei 2015 — 23:54 WIB
Saksi Sidang Kasus Penipuan
Cynthiara Alona Minta Keadilan
GosipSip
Kamis, 21 Mei 2015 — 23:47 WIB
Jakarta
Kamis, 21 Mei 2015 — 23:35 WIB
Bola
Kamis, 21 Mei 2015 — 23:13 WIB
Internasional
Kamis, 21 Mei 2015 — 23:00 WIB
Yudikatif
Kamis, 21 Mei 2015 — 22:53 WIB
Berdalih Masih Jadi Pengawas UN SD
Diduga Cabuli Lima Siswa, Oknum Guru Belum Ditahan
Susila
Kamis, 21 Mei 2015 — 22:49 WIB
Yudikatif
Kamis, 21 Mei 2015 — 22:28 WIB
Pejabat dan DPRD Bogor Ketar-ketir
Nah… lo Siapa Yang ‘Kebagian’ Rp 19,2 Miliar?
Korupsi
Kamis, 21 Mei 2015 — 22:27 WIB
Jakarta