Rabu, 10 Juli 2013 14:03:15 WIB

Pulang Tanpa Dapat Upah, 40 Pelaut Ngadu ke BNP2TKI

BNP2TKI

JAKARTA (Pos Kota) – Dipulangkan ke tanah air tanpa mendapat upah,  sebanyak 40 pelaut yang sempat terdampar di perairan Trinidad dan Tobago, Amerika Tengah, serta di Pantai Gading, Afrika Barat pada Oktober-November 2012 mengadu ke Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Kepada  Kepala BNP2TKI Moh. Jumhur Hidayat, puluhan pelaut dari 203 pelaut lainnya tersebut meminta pemerintah membantu memperjuangkan hak-haknya.

“Ke-203 pelaut ini dipulangkan secara bertahap. Para korban itu berasal dari Jawa Barat seperti Indramayu dan Cirebon, selain Jawa Tengah yaitu Brebes, Tegal, Kebumen, serta Pemalang. Mereka  bekerja di kapal tangkapan ikan Cunhong 201 dan 302 serta  di kapal Youngdoc 3 milik perusahaan Kwo Jeng, Taiwan,” jelas Jumhur, Rabu.

Para pelaut itu, lanjutnya, menuntut hak-haknya seperti gaji bulanan sebesar 150-180 USD yang tidak pernah dibayarkan selama bekerja, termasuk hak asuransi.

Menurut Jumhur, pihaknya langsung memfasilitasi nasib para pelaut terdampar antara lain memanggil PT Cartigo pada Selasa sore (9/7). BNP2TKI meminta PT Cartigo untuk memenuhi tuntutan pembayaran gaji, di samping hak asuransi para pelaut melalui perusahaan yang mempekerjakan di Taiwan.

Pertemuan serupa akan dilanjutkan pada Kamis (11/7) di BNP2TKI.

BNP2TKI, tegasnya,  juga dapat menetapkan sanksi dalam bentuk menunda pelayanan penempatan TKI pelaut kepada PT Cartigo sampai perusahaan pelayaran tersebut memenuhi  hak-hak para TKI pelaut.

Dia mengungkapkan,  ke 203 pelaut bekerja sejak 2008, 2009, dan 2010, yang ditempatkan dua perusahaan di Indonesia yakni PT CMG, Jakarta dan PT Bah, Bekasi, Jawa Barat.

PT Car sampai kini masih beroperasi di Jl Jelambar Selatan XII , Jakarta Barat, sedangkan PT Bah tidak lagi jelas operasionalnya. Sementara itu, perusahaan Kwo Jeng di Taiwan menyatakan bankrut sejak peristiwa kapalnya terdampar.

“Perusahaan Kwo Jeng memang menyanggupi untuk membayar gaji, namun menunggu ketiga kapal yang terdampar terjual,” jelasnya.

Akibat kasus itu pula, para korban pelaut sudah  melaporkan PT Car ke kepolisian. Direktur Utama PT Car, Willy, kini dalam tahanan Mabes Polri. Upaya lain untuk mengadukan PT Bah tidak tercapai karena ketidakjelasan aktivitas perusahaan itu.

Jumhur menambahkan, 203 pelaut ABK merupakan korban akibat kekosongan peraturan mengenai prosedur penempatan dan perlindungan TKI pelaut, sebelum BNP2TKI menerbitkan Peraturan Kepala BNP2TKI No.PER.03/KA/I/2013 tentang tata cara penempatan dan perlindungan TKI pelaut perikanan di kapal berbendera asing.

Selanjutnya, BNP2TKI menerbitkan satu peraturan tambahan berupa Peraturan Kepala BNP2TKI No.PER.12/KA/IV/2013 tentang tata cara perekrutan penempatan dan perlindungan TKI pelaut di kapal berbendera asing.

“Kedua peraturan itu dikeluarkan dalam rangka menertibkan penempatan para pelaut, menetapkan gaji mininum 300 USD, sekaligus mempertegas aspek perlindungan bagi TKI pelaut yang acapkali rentan oleh eksploitasi perusahaan pengguna jasa pelaut itu,” jelasnya.

(tri/sir)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.