Thursday, 19 September 2019

Kaki-5 Tanah Abang Mohon Diberi Izin Jualan Hingga Lebaran

Senin, 15 Juli 2013 — 14:54 WIB
pkl-ke-walkot

GAMBIR (Pos Kota) – Sebanyak 18 perwakilan pedagang kaki-5 di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, mendatangi kantor Walikota Jakarta Pusat, Senin (15/7) siang. Mereka meminta agar penertiban dilakukan setelah Lebaran.

“Kami hanya ingin pemerintah memberi waktu selama bulan puasa ini. Setelah itu, kami siap untuk direlokasi atau di pindah ke tempat lain,” terang Taufik, salah seorang pedagang kurma dan peci di pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Menurut warga Tanah Abang tersebut, dirinya bukan tidak ingin mengikuti peraturan pemerintah. Namun pada saat bulan puasa dan menjelang Lebaran seperti ini, adalah waktu kesempatan pedagang mencari rezeki lebih.

Heru, pedagang kaki-5 lainnya, berjanji H-1 Lebaran akan pindah dengan sendirinya tanpa ada paksaan. “Kami sadar berdagang di tempat yang dilarang, tapi kami juga minta pemerintah kasih kesempatan,” ujarnya.

Untuk lokasi tempat pemindahan di Blok G, dirinya juga meminta agar pemda membenahinya terlebih dulu. Pasalnya, tempat tersebut minim fasilitas seperti tidak adanya air dan kumuhnya lokasi sehingga pengunjung pun sepi.

Walikota Jakarta Pusat, Saefullah dalam pertemuannya dengan perwakilan pedagang tersebut mengatakan akan melihat kondisi di lapangan terlebih dulu. “Intinya Pemda melakukan ini karena untuk kepentingan bersama,” jelasnya.

Seperti diketahui Kaki-5 di Pasar Tanah Abang sudah jadi penyakit menahun yang tidak kunjung selesai penanganannya. Hampir setiap menjelang Lebaran digusur namun kembali muncul. Bahkan tahun lalu lapak pedagang dibersikan, hanya sepi beberapa saat pedagang kembali gelar jualannya.

Penyebabnya banyak. Salah satunya aparat tidak konsisten menjaga lokasi tersebut usai ditertibkan. Bahkan banyak yang menduga lapak kaki-5 itu juga mengalirkan uang ke berbagai pihak yang jumlahnya cukup menggiurkan. (deny)