Friday, 20 September 2019

BNN Tangkap PNS yang Nyambi Jadi Kurir Narkoba

Rabu, 17 Juli 2013 — 20:04 WIB
BNN-logo2

CAWANG (Pos Kota) – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Golongan III B bertugas di Dinas Kelautan dan Perikanan Pontianak, yang terlibat jadi kurir  narkoba jaringan internasional jenis shabu-shabu dan ekstasi dari Malaysia, dibekuk petugas Badan Narkotika Nasional.

Tersangka Is diamankan  di Pelabuhan Trikora Pontianak, Kalimantan Barat, Senin 15 Juli 2013.

Selain mengamankan IS,  petugas juga menangkap EH. Dari tangan keduanya petugas menyita barang bukti berupa sekira 5kilogram sabu dan 9.107 butir pil ekstasi.

Kepala Bagian Humas BNN, Kombes Pol Sumirat Dwiyanto mengakui penangkapan oknum PNS tersebut.

Menurutnya, kedua orang tersebut  masuk ke Malaysia melalui jalur Entikong, Kalimatan Barat dengan menggunakan mobil sewaan dan membawa uang tunai Ringgit sebesar RM 770ribu atau senilai Rp 2,3 miliar.

“Uang itu akan di digunakan untuk melakukan transaksi narkoba atas perintah AC, yang saat ini masih DPO di Malaysia. Sesampainya di negara jiran  keduanya  diperintahkan untuk menaruh uang tersebut di suatu tempat yang ditentukan dan disuruh berkeling-keliling sambil menunggu  perintah  AC,”kata Sumirat.

Beberapa saat setelah keduanya mutar-mutar akhirnya AC minta IS dan EH kembali ke tempat semula  untuk mengambil barang narkotika yang disimpan di dalam ransel hitam.

Setelah mendapat barang haram tersebut keduanya berpisah di Tebedu, Malaysia.  EH balik lagi  ke Indonesia EH dengan menggunakan angkutan umum menuju balai Karangan, Kalimantan Barat.

“Saat itulah kami menangkap EH dengan barang bukti narkotika jenis sabu dan ekstasi yang bawa dengan rangsel. Keesok harinya kami mengamankan IS, di kantornya,” ungkap Sumirat.

Dikatakan oleh Sumirat, IS memang sebelumnya juga  pernah terlibat kasus narkoba dan dipanjara selama 6 bulan penjara. Dia diamankan petugas ketika itu dia bertugas di Perbatasan Entikong beberapa tahun lalu.

“Didalam penjara itulah IS berkenalan dengan  EH yang sama-sama dipenjara atas kasus penyalahgunaan narkoba, dulunya penggna setelah bebas beralih profesi dengan menjadi kurir sekaligus pengedar,” paparnya.

Pada saat penangkapan itu pihaknya menyitaan barang bukti narkotika,  dua unit mobil, tiga unit motor, uang tunai sebesar lebih dari  Rp 80 juta, tujuh buah buku tabungan, tiga buah kartu ATM, beberapa dokumen dan tiga unit telepon genggam.

Kedua  dijerat Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1, Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 dan Pasal 115 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dan tindak pidana pencucian uang. Ancamannya hukuman pidana mati atau kurungan penjara seumur hidup. (Wandi/d)

  • Joko darmanto

    Kasihan, ketangkep deh