Rabu, 17 Juli 2013 22:46:28 WIB

Selama Bulan Ramadhan

Volume Sampah di Bekasi Meningkat

ilusvolume

BEKASI (Pos Kota) – Selama Ramadhan, volume sampah buangan warga Kota Bekasi meningkat. Biasanya 6.000 meter kubik perhari, naik sekitar 5 persen.

Selama puasa, menurut Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi Junaedi, warga lebih konsumtif terutama untuk makanan kemasan.

Sampah berasal dari bekas sayur mayur, buah-buahan, sisa lauk pauk, dan juga kemasan makanan seperti takjil yang dibeli di sejumlah pasar atau pinggiran jalan.

Tidak semua sampah tersebut masuk TPA Sumurbatu. Sampah plastik, misalnya, habis diambil pemulung untuk dijual kembali. “Yang masuk ke TPA hanya sampah organik,” kata Junaedi.

Untuk mengangkut sampah agar tidak menumpuk di tempat pembuangan sementara (TPS), Pemerintah Kota Bekasi mengoperasikan 168 truk pengangkut sampah. Truk beroperasi 1-2 kali untuk setiap trayek dalam sehari guna memastikan ruas jalan dan kawasan pemukiman bersih dari sampah.

Junaedi menjelaskan, TPA Sumurbatu terdiri dari lima zona sampah semakin padat sehingga pemerintah daerah kembali mengajukan perluasan lahan melalui Badan Pertanahan. Target pemerintah Kota Bekasi, luas lahan TPA seluruhnya mencapai 50 hektar dari kondisi saat ini sekitar 13 hektar.

CARA EFEKTIF

Menurut Junaedi, sistem pengolahan sampah dengan sanitary landfill tidak lagi efektif dilakukan di Kota Bekasi. Alasannya, lahan terbatas sementara sistem pengolahan tersebut selalu menuntut perluasan setiap tahun.

Sistem pengolahan ideal adalah menggunakan incinerator atau pembakaran sampah-menggunakan semacam tungku besar-, dengan zero waste. Sistem tersebut, kata Junaedi, sangat cocok untuk wilayah metropolitan seperti Kota Bekasi. Dengan begitu, “Kita tidak lagi berpikir melakukan perluasan lahan setiap tahun,” katanya.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah membangun kawasan industri sampah. Dengan sistem kawasan, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada lokasi TPA Sumurbatu di Kecamatan Bantargebang, tetapi ada lokasi alternatif lainnya. Pembangunan kawasan industri sampah ini masih membutuhkan kajian teknis, terkait wilayah dan sistem pengolahan yang akan dilaksanakan.(Dieni)

Teks foto: Truk pengangkut sampah bersliweran di Jalan A Yani Kota Bekasi.(Dieni)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.