Saturday, 20 October 2018

Jumlah Anak Berkebutuhan Khusus Meningkat

Jumat, 19 Juli 2013 — 8:01 WIB
butkhus197

JAKARTA (Pos Kota)- Jumlah anak berkebutuhan khusus (ABK) di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Berdasarkan hasil survey antarsensus BPS 2005 memperkirakan dari 22,8 juta penduduk rentang usia 5-14 tahun, 4,2 juta atau 10 persen diantaranya merupakan anak berkebutuhan khusus.

Angka tersebut diyakini Kepala BKKBN Dr Fasli Jalal sudah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir ini. Mengingat makin mudahnya kita menemukan anak-anak dengan gangguan tumbuh kembang baik secara fisik, intelektual, emosi maupun social ditengah masyarakat.

“Anak berkebutuhan khusus baik yang mengalami kecacatan fisik maupun gangguan intelektual bisa jadi akan terus bertambah,” papar Fasli kemarin.

Menurut Fasli, lahirnya anak-anak berkebutuhan khusus ini tak lepas dari berbagai persoalan. Mulai dari makin buruknya kualitas lingkungan hidup, kurang sehatnya gaya hidup masyarakat hingga pola-pola makan yang tidak tepat. Terutama pada ibu hamil, melahirkan dan pada masa pengasuhan anak.

Karena itu, Fasli menilai pentingnya peran ibu untuk mempersiapkan lahirnya generasi muda yang sehat dan tidak mengalami gangguan fisik maupun intelektual. Salah satu caranya adalah menyiapkan masa pra kehamilan, intervensi khusus selama kehamilan berlangsung dan pola pengasuhan yang benar pada anak hingga usia diatas balita.

“Sebanyak 80 persen otak anak akan terbentuk pada saat anak ada di kandungan ibu. Jadi betapa pentingnya saat-saat kehamilan,” lanjutnya.

Selain perencanaan kehamilan yang matang, menurut Fasli, mengenali gejala gangguan tumbuh kembang pada anak sejak dini juga akan memungkinkan ABK bisa mengesplorasi kemampuan dan bakatnya secara optimal. Kuncinya bagaimana orangtua mengenalinya sejak awal lalu memberikan terapi penanganan yang tepat.
“Mari kita terus sosialisasikan pentingnya penanganan anak berkebutuhan khusus secara dini dan berkelanjutan,” pungkas Fasli. (inung)