Thursday, 15 November 2018

Dinilai Tak Kooperatif, Mahfudi Husodo Ditahan

Sabtu, 20 Juli 2013 — 20:03 WIB
Sel1-n

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung menahan Pimpinan Proyek (Pimpro) PT  Hidayah Nur Wahana (HNW) Mahfudi Husudo di Rutan Kejagung terkait kasus  Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) paket I th 2012 pada  Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian.

Penyimpangan proyek bantuan benih itu, diduga merugikan negara sekitar Rp27 miliar.

Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi, menyatakan,  tersangka ditahan selama 20 hari, sejak 19 juli- 7agustus 2013 sesuai surat perintah penahanan no: print-14/F.2/Fd.1/07/2013 tanggal 19 Juli 2013).

“Penahanan dilakukan, karena saat masih menjadi saksi tidak koeperatif dan tidak pernah memenuhi panggilan tim penyidil kasus dugaan korupsi tersebut,” ujar Untung, Sabtu (20/7).

Dia melanjutkan tersangka  ditangkap di Jember dan selanjutnya dibawa ke Surabaya dan dibawa ke Kejagung, guna diperiksa dan lalu resmi ditetapkan tersangka.

Penetapkan Dirut PT.HNW inisial S “Tim penyidik beralasan sudah memiliki dua alat bukti dari pengembangan kasus ini, dengan tersangka Dirut PT HNW Suroso. Seperti,  penggeledahan di kediamannya Jalan Koptu Berlian Rt.001 Rw.007,  Kelurahan Tegal Gede,. Sumbersari,  Jember, Jatim dan kantor PT.HNW di  Bantul , Yogyakarta,” katanya.

Dugaan koprupsi  proyek BLBU yang dikerjakan oleh PT HNW, meliputi Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumsel dan Babel dgn nilai kontrak Rp.209.800.050.000 terkait dengan tidak sesuainya varietas benih hibrida, padi non-hibrida dan kedelai dengan yang dityentukan.

Serta  kurang volume dalam realisasinya serta beberapa pelaksanaan di lapangan yang tidak sesuai dan bahkan menyimpang sehingga diduga proyeknya fiktif. Akibatnya negara diduga dirugikan sekitar Rp27 miliar. (ahi/d)