Friday, 21 September 2018

Diduga Banyak Menyimpang

Belasan Ketua SP Pelindo II Desak Meneg BUMN Copot RJ Lino

Rabu, 24 Juli 2013 — 11:56 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Enambelas Ketua Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia II mendesak Meneg BUMN agar mencopot Dirut Pelindo II RJ Lino karena banyak melakukan penyimpangan jabatan serta istrinya ikut bermain dalam beberapa proyek di pelabuhan.

Ketua Umum SP Pelindo II Kinorto mengungkapkan pihaknya telah mengirimkan surat resmi ke Presiden RI, DPR,  Menko Perekonomian, Meneg BUMN, Menhub, Jaksa Agung, dan lainnya yang ditandatangani 16 k ketua SP cabang Pelindo II dan terminal mobil.

Dalam suratnya bernomor 106/VII/SPPI II/13 tersebut, Kinorto menceritakan Dirut Lino terlalu banyak melakukan penyimpangan yang dantara lain, penggunaan kendaraan operasional Nopol B 77 BTY yang berdasarkan surat perintah kerja (SPK) sebagai kendaraan untuk tamu, namun sejak awal digunakan hingga kini selalu digunakan istrinya Betty Sastra dimana nomor polisi kendaraanya merupakan pesanan khusus sesuai nama Betty.

Sambil menunjukan seluruh bukti kwitansi maupun pembayaran dan bukti otentik lainnya, Kinortor menambahkan selain itu ada dua kendaraan lainnya yakni Toyoto Camry B 115 PiZ  dan Kijang Inova yang juga buat operasional tamu, juga selalu terpakir di rumahnya sejak awal dan hanya digunakan keluarga RJ Lino, padahal setiap bulannya uang sewa mobil berikut sopirnya dibayar oleh anggaran Pelindo II.

Tidak sampai di situ, pengadaan makanan dan minuman untuk keperluan dinas dan pekerjaan taman kanor di Pelindo cabang Priok dan Pusat kerap kali diintervensi Istri RJ Lino agar diberikan penunjukan kepada orang mereka tanpa harus lelang.

Bahkan cerita Kinortor, perusahaan harus membayar biaya perawatan rumah sakit Yan Christoffel Lino sebesar Rp95.529.171 yang masuk kelas utama, padahal pasien tersebut bukan sebagai pegawai melainkan adik kandung RJ Lino.

Terdapat pula penyaluran pinjaman lunak PKBL kepada kakak kandung istri dirut bernama Tony Syam sebesar Rp387.600.000 pada 15 Agustus 2011 yang sudah dua tahun ini sekalipun belum pernah mengangsur. “Istri Dirut juga berperan penting dalam mengangkat pegawai dari keluarga dekatnya serta koleganya termasuk penempatan jabatan maupun mutasi,” terang Ketua Umum SP Pelindo II.

Menurut Kinorto, selama ini  RJ Lino berhasil mengelabui para menteri termasuk Presiden RI. Dirut Pelindo II ini selalu mencari pencitraan  dengan membuat publik opini seakan dirinya hebat dengan program-programnya. Padahal justru sebaliknya, sejak Pelindo II dijabat olehnya selalu menciptakan kondisi buruk tata kelola di dalam manajemen Pelindo II serta selalu membuat konflik dengan instansi negara lainnya. Hal ini bertentang dengan penghargaan yang diterima Lino sebagai CEO terbaik.

Bahkan keuangan Pelindo II nyaris negatif, karena perusahaan harus membayar utang-utang yang dilakukan RJ Lino. “Kami pun masih tidak tau apakah Lebaran ini, karyawan terima THR atau tidak karena saya dengar tidak ada uangnya,” ujar ketua SP Pelindo II.

Dirut Pelindo II RJ Lino ketika akan dimintai konfirmasinya melalui telepon genggamnya dan SMS berkali-kali hingga berita ini dibuat tidak ada responya. Sedangkan direktur Pelindo  lainnya dan Humas Pelindo II tidak berani berkomentar. “Mas kan tau Pa Lino sifatnya seperti apa, nanti kalau saya komentarin  pasti salah,” jelas satu pejabat berwenang di Pelindo II.

(dwi/sir)

  • futria

    Segera Kejaksaan Agung untuk menyidik pengaduan ini thd nama-nama yg dituduhkan.

  • futria

    Dan kepada BPK agar segera mengaudit keuangan Pelindo II, untuk mengetahui penyimpangan2 keuangan yg telah dilakukan Direksi Pelindo II dan Anak Perusahaan, apakah ada in-efisiensi melalui pembelanjaan perusahaan termasuk SPJ Luar Negeri

  • tiara

    tangkap saja tuh dirutnya yang habiskan uang perusahaan

  • yanto

    Pak Dahlan ayo cepat copot tuh dirut yang ga tau diri, udah gaji besar keluarganya masih pakai fasilitas perusahaan, ga tau malu

  • Retno Sedap

    Memilih Dirut untuk sebuah BUMN tidaklah mudah kalau pemikirannya kelangsungan BUMN tsb untuk jangka panjang. Mengapa demikian, karena apabila salah memilih Dirut, resikonya kelangsungan BUMN itu sendiri, apakah bangkrut atau bubar BUMN tsb. Kita liat kesalahan2 dimasa lalu dalam memilih Dirut BUMN contohnya PT. Djakarta Lloyd dgn Dirut berinisial MTK, dalam waktu tidak kurang dari 3 tahun, perusahaan tsb tumbang dan saat ini terseok2. Dimana Dirut mempunyai kebiasaan perjalanan luar negeri dan keluarganya menjadi mafia proyek dan pekerjaan2 diperusahaan tsb. Apakah kesalahan memilih seorang Dirut BUMN terulang kembali dgn hadirnya RJ Lino di Pelindo II, kita lihat saja nanti.

  • Bambang

    Pak Dahlan jangan pura-pura bego dong. Coba cari langsung informasi turun ke manajemen Pelindo II, orang kayak Lino gini jangan dibiarkan terus merusak BUMN yang awalnya sudah sehat sekarng mulai sakit karena hutang yang dilakukan RJ Lino

  • Makmum

    Keliatannya SP juga tidak
    menyampaikan “masalah ini” secara santun, musyawarah untuk mufakat dan
    cara yang islami, malah sebaliknya menteror dan menekan sana sini untuk
    MENJATUHKAN, bukan memperbaiki. Mari kita bersama instrospeksi diri.
    Setiap manuasia pasti ada kesalahan, dan muslim lainnya wajib
    mengingatkan dengan cara cara yang santun dan sesuai syariat…

  • gelael

    Kinorto ni udh sakit jiwa ni. Wkwkwkkkkm

  • adi

    Ketua serikat preman kok dipercaya, lihat donk laporan keuangan Pelindo II. Untung terus kok, dasar preman, bilang aja susah dapat jatah lagi jadi main fitnah.