Sabtu, 27 Juli 2013 10:06:31 WIB

Cegah Obesitas Sejak Dini Konsumsi Buah dan Sayur

ilustrasi-obesitas
JAKARTA (Pos Kota) – Obesitas kini menjadi penyakit yang perlu diwaspadai, tak hanya orang dewasa, tetapi juga remaja bahkan anak-anak. Riset yang dilakukan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDA) terhadap anak-anak di DKI Jakarta menyebutkan bahwa 19,6 persen anak masuk dalam kategori kegemukan (obesitas).
 “Padahal obesitas sangat berisiko terhadap timbulnya berbagai penyaikit salah satunya diabetes,” papar Dr Aman B Pulungan,  Ketua II Pengurus Pusat IDAI disela temu media bertema Peran Buah Dalam Menjaga Kesehatan Selama Berpuasa Bersama Zespri, sekaligus peluncuran kampanye Feel the Difference, kemarin.
Pada riset yang dilakukan untuk anak usia 12 – 15 tahun tersebut juga ditemukan pada 3,8 persen anak obesitas mengalami intoleransi glukosa (impared fasting glucose),  sedang 93,9 persen menunjukkan acanthosis nigricans yakni suatu penanda insulin resisten pada kulit beruoa kehitaman ditengkuk, ketiak dan tangan. Riset lain menemukan 8,7 persen mengalami intoleransi glukosa dan 71,7 persen menunjukan acanthosis nigricans.
Hasil dua riset tersebut menyimpulkan bahwa anak yang obesitas memiliki kecenderungan mengalami insulin resistance yang mengarah pada diabetes tipe 1.
“Data registry IDAI juga menemukan kejadian diabetes tipe 1 pada anak cenderung naik terutama pada bulan Juni-Juli dan Desember-Januari yang merupakan masa liburan panjang bagi anak,” lanjutnya.
Untuk mencegah obesitas, menurut Aman bisa dilakukan dengan langkah 5 2 1 0. Yakni konsumsi buah dan sayur 5 porsi per hari, jangan duduk lebih dari 2 jam, lakukan aktivitas fisik selama 1 jam setiap hari dan 20 menut kegiatan olahraga minimal 3 jali seminggu, batasi konsumsi gula dan perbanyak minum air mineral.
Fakta bahwa 93,6 persen penduduk Indonesia berusia diatas 10 tahun masuk dalam kategori kurang makan buah dan sayur menurut Aman harus segera diatasi dengan membiasakan diri konsumsi buah dan sayur sejak dini.
Senada dengan itu, Dr drFiastuti Witjaksono MSc, spesialis gizi klinik FKUI mengatakan bahwa asupan kalori pada anak harus dibatasi sesuai kebutuhan, jenis makanan, dengan tetap memperhatikan komposisi karbohidrat, protein dan lemak seimbang serta jadwal makan yang baik.
          “Sesuai rekomendasi WHO bahwa konsumsi buah dan sayur sangat penting bagi anak, agar bisa terhindar dari obesitas,” paparnya.
Menurutnya buah dan sayur mengandung banyak serat larut yang akan membantu penyerapan gula lebih lambat dan menjaga peningkatan kadar gula agar tidak berlebihan dan tidak menurun drastic.
Fiastuti menyetir penjelasan WHO dan FAO, bahwa kekurangan asupan buah dan sayur dapat menyebabkan risiko kematian akibat kanker saluran cerna sebesar 14 persen, risiko kematian akibat penyakit jantung koroner sebesar 11 persen, dan kematian akibat stroke sebesar 9 persen.
Karena itu, penting untuk membiasakan diri konsumsi buah dan sayur minimal 2 porsi buah dan 3 porsi sayur setiap hari secara teratur sejak dini. Contohnya dengan mengonsumsi 2 buah kiwi dan 3 porsi sayur per hari bisa memberikan manfaat dini antara lain mencegah kending manis, kanker, obesitas dan penuaan dini, memperlancar metabolism tubuh, meningkatkan kesehatan saluran cerna, meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah kerusakan sel.
Buah kiwi telah lama dikenal kaya vitamin C dan E. Kandungan vitamin C pada kiwi dua kali lebih tinggi dibanding jeruk dengan perbandingan berat yang sama. Kandungan nutrisinya lima kali lebih besar dibanding apel dengan berat yang sama. Kiwi juga kaya akan serat dan mengandung enzim unik actinidin yang berfunsgi membantu pencernaan protein sehingga mudah diserap. (inung/yo)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.