Tuesday, 17 September 2019

Atlet ke SEA Games Jangan Seperti Rombongan Sirkus

Jumat, 2 Agustus 2013 — 8:19 WIB
bongsir28

JAKARTA (Pos Kota) – Menpora Roy Suryo mengatakan kontingen Indonesia yang ke SEA Games Myanmar 2013 jangan seperti rombongan sirkus. “Cuma ramai dan jadi penonton saja karena gagal di babak awal,” ujarnya.

Dia menganggap perlunya pengurangan jumlah atlet dari cabang olahraga yang akan menjadi anggota kontingen Indonesia ke SEA Games karena minimnya dana. “Sebaiknya atlet yang berpeluang meraih medali yang dipilih dan atlet yang tak berpeluang dicoret,” tambahnya dalam acara buka bersama bersama kemarin.

Menurut Menpora, dana APBN untuk mendukung persiapan kontingen Indonesia ke SEA Games Myanmar 2013 sangat minim.”Penambahan dana Rp 60 miliar tidak mungkin dilakukan,” katanya.

Bahkan disebutkan, dari APBN P atau perubahan juga tidak bisa. Oleh karena itu sambungnya, perlunya pengurangan jumlah atlet dari cabang olahraga disesuaikan dengan anggaran yang ada.

KONI Pusat mengajukan anggaran tambahan Rp60 miliar untuk biaya persiapan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). “Dulu Prima mengajukan anggaran Rp400 miliar untuk persiapan SEA Games Myanmar 2013, dan hanya dipenuhi Rp250 miliar. Saya rasa pengajuan anggaran tambahan Rp60 miliar tidak mungkin terpenuhi. Yang ada anggaran kementerian dikurangi,” jelasnya.

Roy menjamin tidak akan ada pengurangan cabang olahraga. “Kita kan harus menghargai mereka yang sudah melakukan persiapan sejak Oktober 2012,” tambahnya.

Hanya cabang yang masih asing dan tak masuk unggulan , antara lain vovinam, muaythai, hoki dan petanque yang akan dihapus.

MASALAH BARU
Sebelumnya, KONI Pusat menentang rencana pengurangan sejumlah cabang olahraga (cabor) non unggulan di SEA Games Myanmar 2013 oleh Santuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

Satlak Prima akan memprioritaskan cabang yang mampu mendulang emas seperti bulu tangkis, angkat besi, sepak bola, renang dan atletik. Sedangkan, cabang yang tak masuk unggulan antara lain vovinam, muaythai, hoki dan petanque akan dihapus.
Menurut Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, rencana Satlak Prima tersebut bukan merupakan solusi yang tepat. Jika wacana itu menjadi keputusan, maka akan menimbulkan masalah baru.

Penentu kebijakan, menurutnya, harus mengerti masalahnya. “Kalau tahun ke tahun seperti ini namanya ironis, jangan hanya asal motong saja,” katanya. (awang/si)

Menpora Roy Suryo