Friday, 19 April 2019

Jangan Beri Zakat Langsung

Jumat, 2 Agustus 2013 — 6:42 WIB

JAKARTA (Pos Kota)- Di akhir bulan suci Ramadhan, banyak orang mengeluarkan zakat hartanya. Namun sebaiknya dihindari pemberian zakat langsung kepada masyarakat untuk mencegah hal yang tidak diinginkan seperti terjadi desak-desakan sehingga dikhawatirkan mencelakakan mustahiq (penerima zakat).

Itu disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Ir H Chriswanto Santoso, di Jakarta, Kamis. “Dari aspek teologis memang pemberian zakat seperti itu memang tidak dilarang, tetapi kalau sampai bisa mencelakakan orang maka itu bisa dipidanakan,” tutur Chriswanto yang didampingi Ketua LDII Prasetyo Sunaryo.

Menurut dia, untuk menghindari aspek pidana ini maka sebaiknya pemberian zakat harta diserahkan kepada badan amil zakat. “Kita memang menghargai niat baik mereka untuk berbagi harta kepada mereka yang membutuhkannya, tapi juga perlu diperhatikan cara pemberian zakat jangan sampai mencelakakan orang,” papar Chriswanto.

Sebab itu, papar dia, jangan sampai niat baik menjadi tidak baik terhadap muzakki (orang yang mengeluarkan zakat), karena terkena pidana lantaran mencelakakan penerima zakat akibat desak-desakan.

“Ketika kita mampu membayar zakat dan jumlah tidak banyak serta mengetahui sasaran mustaqhi-nya, maka tidak masalah memberikan zakat langsung kepada sasaran mustahiqnya, tapi yang dikhawatirkan jumlah zakat yang akan dikeluarkan begitu besar dan sasaran melibatkan banyak orang maka ini yang dikhawatirkan,” papar Chriwanto. (johara)