Friday, 19 July 2019

Produk Kedelai Indonesia Rendah

Jumat, 2 Agustus 2013 — 7:00 WIB
gunun28

JAKARTA (Pos Kota)-Produksi kedelai di Indonesia rendah akibat harus bersaing dengan jenis tanaman lain. Akibatnya kebutuhan dalam negeri yang mencapai 1,5 juta ton per tahun belum bisa dipenuhi dari hasil produksi kedelai lokal.

“Produksi kedelai di Indonesia saat ini per tahun hanya sekitar 600 ribu ton yang berarti masih jauh dibanding kebutuhan yang mencapai 1,5 juta ton,” kata Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Udoro Kasih Anggoro

Meski HPP-nya telah dinaikan hingga Rp 7000 per kilogram namun kedelai masih harus bersaing dengan tanaman lain seperti padi dan jagung. Tanaman yang paling diminati petani pertama adalah padi kemudian yang kedua jagung.

Karena itu jika harganya tidak benar-benar bagus sulit bagi petani untuk beralih menanam kedelai. Apalagi kedelai harus bersaing dengan tanaman lain untuk bisa ditanam petani seperti padi, jagung, hortikultura, atau tebu.

“Lahannya kan itu-itu juga. Padahal luas areal pertanian kita saat ini relatif sempit. Jadi untuk menanam tanaman kedelai tergantung keinginan petani tanpa ada yang bisa memaksa.”

Karena itu Menteri Pertanian Suswono pernah memiliki inisiatif untuk memanfaatkan lahan terlantas seluas 2 juta hektar. Sayangnya untuk mendapatkan keterangan clean and clear terhadap satu lahan tidaklah mudah sehingga keinginan tersebut belum teralisasi.

Anggoro mengakui ada calon investor yang berminat menanam kedelai, Jika keinginan para investor ini terealisasi setidaknya ada tambahan 400 ribu hektar tanaman baru.

“Investor yang sudah minta sekitar enam perusahaan. Ini untuk menggairahkan tanaman kedelai agar produktifitasnya naik,” kata Anggoro

Sayagnya keinginan investor ini belum didukung infrastruktur yang memadai. Ini yang harus dibenahi agar minta investor semakin kuat. Investasi pada tanaman kedelai risikonya tinggi dan wajar Indonesia selalu impor.
“Infrastruktur belum tertangani dengan baik meskipun investor minat,” katanya. (faisal)