Tuesday, 25 June 2019

Penghulu Butuh Anggaran

Sabtu, 3 Agustus 2013 — 7:13 WIB
iluspenhulu

JAKARTA (Pos Kota) – Sampai sekarang ini belum ada alokasi anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk para penghulu yang akan menikahkan pasangan calon suami istri.

“Meskipun sudah disepakati DPR perlunya alokasi dari APBN untuk penghulu yang akan menikahkan calon pasangan suami istri,” papar Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abdul Djamil, di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya Irjen Kemenag M Jasin mempersoalkan uang yang diterima penghulu saat menikahkan seseorang, karena penerimaan uang itu bisa dikatagorikan grativikasi.

Karenanya, lanjut Abdul Djamil, para petugas Kantor Urusan Agama (KUA) sampai sekarang hanya mendapatkan tunjangan saja sebesar Rp350 ribu setiap bulannya.

“Saya pernah bertanya kepada petugas KUA berapa uang diterimanya dari mereka saat melangsungkan pernikahan, ternyata jumlahnya tidak besar hanya antara Rp100 ribu sampai Rp150 ribu. Saya sudah tekankan agar tidak meminta uang apalagi sampai menerapkan tarif kepada mereka yang akan menikah,” tutur Abdul Djamil.

ANGGARAN KHUSUS

Menurut Abdul Djamil memang perlu anggaran khusus untuk mereka, apalagi kalau di daerah dengan jarak yang jauh harus menyeberang laut, atau menggunakan sepeda motor dengan lokasi tempat pernikahan yang sulit ditempuh dengan mobil operasional.

Ia mengatakan sebetulnya kita mengharapkan agar mereka yang mau menikah datang ke Kantor KUA karena Kantor KUA sekarang sudah bagus dan baik serta layak untuk dilangsungkan pernikahan, seperti ada balai nikah Yogyakarta yang bagus sekali.

“Namun, balai nikah itu tidak pernah digunakan masyarakat karena mereka lebih memilih menikah di rumah atau di mesjid yang mereka pilih,” papar Abdul Djamil.

Selain itu, kata dia, umumnya mereka yang menikah memilih hari libur Sabtu atau Minggu. (johara/bu)