Thursday, 20 September 2018

Naikkan Harga Elpiji 12 Kg, Pertamina Tak Punya Nyali

Minggu, 4 Agustus 2013 — 18:48 WIB
gas 12 kg

JAKARTA (Pos Kota) – Sampai sekarang direksi Pertamina tidak punya ‘nyali’ untuk menaikkan harga jual gas elpiji 12 Kg.

“Direksi Pertamina tidak berani  menaikkan harga gas elpiji 12 Kg walau terbukti rugi Rp5 triliun setiap tahun,” kata Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi),  Sofyano Zakaria, Minggu (4/8).

Menurutnya, persoalan kenaikan harga gas elpiji 12 Kg merupakan domainnya Pertamina. Karena  bukan barang bersubsidi alias produk bebas yang harganya mengikuti mekanisme pasar.

Sehingga pemerintah tidak boleh intervensi dengan melarang BUMN tersebut menaikkan harga jual gas elpiji 12 Kg.

“Karena bukan barang subsidi, maka  kenaikan harga jual gas elpiji 12 Kg adalah murni aksi korporasi yang pada hakekatnya tidak memerlukan izin lagi,” jelasnya.

Apalagi kenaikan harga gas elpiji 12 Kg sudah ditetapkan dan disetujui oleh RUPS Pertamina. Dengan kata lain, sudah disetujui Menteri BUMN. Ini berarti pemerintah sudah setuju harga gas elpiji 12 Kg naik.

Sementara itu, mantan Dirut  Pertamina, Ari Soemarno mengemukakan direksi Pertamina tidak memiliki keberanian untuk menaikkan harga gas elpiji 12 Kg.

Padahal Pertamina memiliki kewenangan untuk kenaikan harga gas elpiji 12 Kg.  “Tapi Pertamina harus memberi solusi dengan memperbaiki tata niaga distribusi dan penjualan elpiji subsidi 3 Kg,” jelasnya.

Jika gas elpiji 12 Kg dinaikan akan ada trend beralihnya penggunaan konsumsi gas elpiji 12 Kg ke 3 Kg.
Karena itu, Pertamina wajib memperbaiki tata niaga penjualan elpiji subsidi dengan pola distribusi  tertutup.

Ari yakin sistem distribusi dan penjualan tertutup ini mampu menghindari adanya pengalihan konsumsi elpiji 12 Kg ke 3 Kg.

(setiawan/sir)