Tuesday, 11 December 2018

Bhiksu Aryamaitri, Pelaku Bom Vihara Terekam CCTV

Senin, 5 Agustus 2013 — 10:49 WIB
vihara-dijaga

JAKARTA (Pos Kota) – Pendiri Ekayana buddhis Centre Bhiksu Aryamaitri Mahasthavira mengaku, umat Buddha saat  kebaktian tidak terpengaruh dengan adanya bunyi ledakan, karena dikira ledakan itu berasal dari petasan.

Itu disampaikan  Aryamaitri saat mengadakan keterangan pers bersama Menteri Agama Suryadharma Ali di salah satu ruangan di Vihara Ekayana, Jl Mangga II, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin.

Aryamaitri menjelaskan ada 300 umat Buddha yang sedang melaksanakan kebaktian. Ia menceritakan dalam rekaman CCTV terlihat seorang lelaki membawa plastik, lelaki sama dengan yang lainnya yang datang untuk melakukan kebaktian.

“Kami memang tidak curiga lelaki yang meletakan benda yang dibawanya di rak sepatu, dan setelah itu masuk bersama yang lainnya ke tempat sembayang,” papar Aryamaitri.

Ia menceritakan lagi laki-laki mengenakan pakaian warna putih, badannya tidak gemuk, dan kulitnya hitam, mata tidak sipit. “Jadi kami semua tidak curiga dengan lelaki itu,” papar dia.

Aryamaitri juga menghimbau agar umat Buddha tetap tenang dengan kejadian ini, dan tetap menjaga hubungan baik dengan umat agama lain. “Kita tidak boleh dendam dengan mereka yang memiliki kegelapan bathin,” tutur Aryamaitri.

Seperti diketahui, tiga ledakan bom terjadi Vihara Ekayana, ledakan pertama di pintu masuk kabaktian sekitar pukul 18:50 Wib, benda diduga bom itu diletakan dalam plastik dengan berat sekitar 3 kg, ledakan kedua pukul 19:30 Wib, dan ledakan ketiga pukul 23:00 Wib.

(johara/sir)