Wednesday, 21 November 2018

Pemilik Bengkel di Nagreg Raup Rejeki Dari Pemudik

Rabu, 7 Agustus 2013 — 7:31 WIB
obrolagi68

BANDUNG (Pos Kota) – Mudik Lebaran merupakan momen yang sangat indah bagi pemudik. Selain indah oleh kemacetan, juga indah lantaran tersambungnya kembali tali silaturahmi dengan kerabat dan handai tauladan di kampung. Meski macet mendera setiap tahun, tetapi tidak pernah membuat kapok. “ Macet seninya mudik. Tidak macet bukan mudik,“ demikian ungkapan pemudik.

Kebahagiaan mudik Lebaran bukan saja membuat wajah berseri bagi pemudik. Bahkan, montir yang ada di sepanjang jalur mudik Nagreg, Jawa Barat mengaku tertawa lebar di mudik Lebaran. “ Per hari tak kurang dari 40 orang pemudik mampir di bengkel. Penghasilan luar biasa. Siapa yang tidak bahagia,“ tutur Sansan,40, seorang montir motor di Jalur Nagreh.

Dia menjelaskan, sejak H-4 jumlah pemudik yang motornya bermasalah terus meningkat. Dari rata rata 20 pemudik yang mampir, menjelang dua hari lagi Lebaran naik menjadi 30 sampai 40 orang. Mereka rata rata minta dibetulkan mesin motor, ganti kanvas rem, dan lampu. “ Pendapatan bisa mencapai Rp 400 -500 ribu perhari. Ada buat beli baju anak untuk lebaran,“jelasnya.

Lebaran merupakan hari berbahagia dan menggiurkan dalam hal rezeki. Olehkarenanya, Sansan bengkel di ada di jalur mudik Lebaran tak akan menyia- nyiakan waktu berbahagian tersebut. “ Seperti pak polisi Saya tidak akan libur membengkel mulai H-7 sampai nanti H+7. Polda Jabar operasi Ketupat Lodaya, kami operasi baut.. Kunci kunci dan tang Nagreg,“ tandasnya sambil tersenyum.

Dia mengakui penghasilan dari bengkel motor atantara Lebaran tahun lalu dan sekarang tidaklah terlalu jauh. Hanya, kata diam yang membedakan suntikan modal dalam stok sparepart atai onderdil. Tahun lalu suntikan hanya Rp 6 juta Lebaran tahun ini hingga Rp 10 juta. “ Betul juga prediksi kami, jumlah pasien akan banyak. Tahun lalu per hari mulai H-7 sampai H+7 rata rata 20 -25 orang kini naik melejit naik. “ Jumlah pemudik menggunakan motor semakin banyak,“ucapnya.Memang Lebaran itu merupakan hari yang luar biasa. Keluarbiasaan itu pun mengalir ke berbagai arah baik secara vertikal maupin horizontal. Subhanaloh! (Dono Darsono)